BERAU, IT-NEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan Beasiswa Berau Cerdas tahap II tahun 2026 tidak dicairkan. Penyebabnya bukan karena calon penerima tidak memenuhi kriteria, melainkan tidak tersedianya anggaran untuk menyalurkan bantuan pendidikan tersebut.
Kabar ini menjadi pukulan bagi sejumlah pelajar dan mahasiswa yang menantikan pencairan beasiswa tahap kedua. Pasalnya, meski terdapat calon penerima yang memenuhi persyaratan, keterbatasan keuangan daerah membuat bantuan tersebut tidak dapat direalisasikan tahun ini.
Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Berau, Toto Marjito, saat dikonfirmasi pada Kamis (22/10/2026), menjelaskan peniadaan pencairan tahap kedua berkaitan dengan efisiensi anggaran dan kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan adanya tambahan dana.
Ia mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya pencairan tahap kedua Beasiswa Berau Cerdas biasanya dilakukan melalui mekanisme Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Namun, pada 2026, tidak ada tambahan anggaran yang dapat dialokasikan untuk program tersebut.
Menurut Toto, pihaknya telah mengajukan kembali kebutuhan anggaran untuk pencairan tahap kedua. Pengajuan itu dilakukan agar penyaluran beasiswa dapat dilanjutkan, tetapi tidak ada tambahan anggaran yang diberikan.
Kondisi tersebut membuat pihaknya tidak memiliki dana untuk menyalurkan beasiswa kepada calon penerima tahap kedua. Dengan demikian, meskipun persyaratan administrasi dan kriteria penerima telah terpenuhi, pencairan tetap tidak dapat dilakukan tanpa dukungan anggaran.
Toto menegaskan, persoalan utama dalam peniadaan pencairan tahap kedua ini adalah ketersediaan dana. Ia menyebut, apabila anggaran tersedia, pihaknya siap menyalurkan beasiswa kepada para penerima yang memenuhi ketentuan.
Ia juga menyampaikan bahwa keputusan untuk meniadakan pencairan Beasiswa Berau Cerdas tahap II tahun ini telah diketahui Bupati Berau dan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau.
Dengan tidak adanya tambahan anggaran, rencana pencairan tahap kedua tidak dapat dilanjutkan. Efisiensi belanja daerah menjadi salah satu faktor yang membatasi kemampuan pemerintah dalam merealisasikan program bantuan pendidikan tersebut.
Peniadaan pencairan ini pun menyisakan persoalan bagi pelajar dan mahasiswa yang berharap memperoleh bantuan untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka. Sementara itu, realisasi Beasiswa Berau Cerdas tahap kedua pada 2026 tidak dapat dilakukan karena anggaran yang dibutuhkan tidak tersedia.

