BERAU, IT-NEWS.ID – Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau dipastikan sebesar Rp15 miliar.

 

Kepala BPBD Berau membenarkan nominal bantuan yang dialokasikan untuk Berau Bukan Sebesar 10Miliar tetapi Rp15 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp11 miliar disebut akan diusulkan melalui Disdamkar.

 

“15 miliar, sepertinya yang akan mengajukan ini Disdamkar, tapi nanti di Disdamkar mungkin lebih tahu Kalau sekitar 11 miliar mereka ngomongnya” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (05/11/2026).

 

Terkait sisa anggaran sekitar Rp4 miliar, BPBD belum memastikan pemanfaatannya. Ia menyebut, pihaknya masih memaksimalkan Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD yang sebelumnya dialokasikan untuk penanganan karhutla.

 

“Dengan pertimbangan waktu, sepertinya kita tidak sempat juga menggunakan sisanya,” jelasnya.

 

Ia juga menyebut kondisi karhutla di Berau saat ini mulai menurun sehingga waktu untuk merealisasikan seluruh bantuan menjadi pertimbangan.

 

“Kemudian sekarang kan juga kejadian karhutla sudah menurun. Kita masih memaksimalkan BTT yang ada dari APBD kemarin,” tambahnya.

 

Terpisah, Wakil Bupati Berau Gamalis berharap Banpres tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla, terutama penguatan sumber daya dan teknis pemadaman.

 

Ia menilai kondisi kebakaran saat ini tidak lagi semasif pada awal kejadian. Karena itu, penggunaan bantuan diharapkan tetap menyasar kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk wilayah yang terdampak kebakaran.

 

“Saya kira tidak lagi masif seperti dulu, awal-awal. Ya, kita berharap agar supaya betul-betul dana yang dari Banpres ini dapat dilaksanakan dengan kena terhadap eks kebakaran Atau kepada resources yang ada,” pungkasnya.