BERAU, IT-NEWS.ID – Kebakaran yang melanda kawasan belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas, Rabu (4/11/2026) malam, turut mengungkap persoalan fasilitas penunjang pemadam kebakaran di kawasan pasar. Salah satunya hydrant yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman saat terjadi kebakaran.

 

Keberadaan hydrant di kawasan pasar sebenarnya terlihat jelas. Namun, fasilitas tersebut justru dipertanyakan karena disebut sudah bertahun-tahun tidak dapat difungsikan.

 

Ali, salah seorang pedagang sayur di Pasar Sanggam Adji Dilayas, mengaku keberadaan hydrant itu selama ini tidak memberikan manfaat. Bahkan, ia menyebut fasilitas tersebut hanya terlihat sebagai pelengkap kawasan pasar.

 

Menurut Ali, hydrant tersebut sudah pernah dicoba untuk digunakan. Namun, air tidak dapat keluar sebagaimana mestinya sehingga keberadaannya dinilai tidak bisa diandalkan ketika terjadi keadaan darurat.

 

“Hydrant ada, jelas terlihat, tetapi tidak pernah bisa dipakai. Hanya jadi hiasan supaya terlihat bagus. Pernah kami coba, memang tidak bisa digunakan. Sudah puluhan tahun tidak ada gunanya. Giliran begini, baru ketar-ketir,” ungkap Ali kepada IT-News.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Hery Irwan, membenarkan bahwa pihaknya tidak menggunakan hydrant pasar selama proses pemadaman kebakaran berlangsung.

 

“Memang selama proses pemadaman tadi kami tidak ada menggunakan hydrant pasar. Karena informasinya, hydrant tersebut memang sudah lama rusak,” jelas Hery kepada IT-News.

 

Dengan kondisi tersebut, petugas tidak dapat memanfaatkan fasilitas hydrant sebagai salah satu sumber air untuk membantu proses pemadaman api di kawasan pasar.

 

Padahal, keberadaan hydrant menjadi salah satu fasilitas penting dalam penanganan kebakaran, terlebih di kawasan pasar yang memiliki aktivitas perdagangan dan bangunan berdekatan.

 

Kondisi ini pun menjadi catatan penting agar fasilitas keselamatan yang telah tersedia tidak sekadar menjadi pelengkap kawasan. Pemeriksaan dan pemeliharaan berkala diperlukan untuk memastikan hydrant benar-benar berfungsi ketika dibutuhkan dalam situasi darurat.