BERAU – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui berbagai program pelatihan kejuruan. Salah satu program teranyar yang tengah dipersiapkan adalah pelatihan bagi tenaga welder (pengelasan) yang menyasar belasan peserta lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi, Anang Saprani, menjelaskan bahwa untuk tahap awal, pelatihan welder ini akan diikuti oleh 16 orang sebagai bagian dari uji coba program.

Ia menekankan bahwa pelaksanaan pelatihan ini sangat bergantung pada ketersediaan anggaran serta usulan yang masuk melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Tergantung anggaran dan program kita juga, biasanya ada usulan-usulan dari hasil Musrenbang. Sehingga dibuatlah pelatihan yang memang saat ini dibutuhkan,” ujarnya pada saat di wawancarai, Senin (20/4/2026).

Selain pengelasan, Disnakertrans juga telah memetakan beberapa bidang keahlian lain yang menjadi kebutuhan pasar kerja saat ini, seperti otomotif dan servis AC.

Bahkan, rencana untuk tahun mendatang, pihak dinas memproyeksikan adanya pelatihan mekanik guna memperluas serapan tenaga kerja di sektor industri.

Tidak hanya berfokus pada keahlian industri, pemerintah daerah juga rutin menggelar pelatihan kewirausahaan seperti tata boga untuk memfasilitasi embrio wirausaha baru di Berau.

Upaya ini dibarengi dengan pemberian bimbingan dan penyuluhan secara rutin kepada siswa tingkat akhir di SMK untuk membekali mereka sebelum terjun ke dunia kerja.

Menanggapi isu miring mengenai rendahnya kualitas SDM lokal yang menyebabkan perusahaan lebih memilih tenaga kerja luar, Anang memberikan klarifikasi tegas.

Menurutnya, persoalan utama bukanlah pada tingkat kecerdasan atau kemampuan dasar anak-anak daerah, melainkan adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara kualifikasi yang dimiliki dengan kebutuhan spesifik perusahaan.

“Anak-anak kita pintar-pintar, skill-nya bagus, hanya belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya perusahaan butuh komputer, anak kita pintarnya yang lain, jadi tidak nyambung,” jelasnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Disnakertrans kini mulai menggandeng pihak swasta secara lebih intensif melalui skema Memorandum of Understanding (MoU).

Melalui kerja sama ini, perusahaan diharapkan memberikan masukan mengenai spesifikasi tenaga kerja yang mereka butuhkan, yang kemudian akan diakomodasi melalui program Bursa Kerja Khusus (BKK) dan pelatihan di daerah.

Beberapa perusahaan besar seperti PT PAMA disebutkan telah aktif melakukan program pemagangan sebagai bentuk nyata kolaborasi tersebut.

Diharapkan, dengan adanya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan seperti SMK, dan sektor swasta, keseimbangan antara kebutuhan pasar kerja dan ketersediaan tenaga kerja lokal dapat segera terwujud di Kabupaten Berau. (akti)