BERAU – Beberapa pusat keramaian dan destinasi wisata kuliner di ibu kota Kabupaten Berau rupanya tidak dibarengi dengan beberapa penyediaan fasilitas dasar yang layak. Niat memanjakan wisatawan, ikon wisata kuliner Tepian Teratai di sepanjang Jalan P. Derawan, Tanjung Redep, justru dibiarkan tanpa fasilitas toilet umum selama bertahun-tahun.
Akibat pembiaran ini, ratusan pengunjung yang memadati kawasan tersebut setiap malamnya terpaksa harus mencari tempat buang air, hingga harus menumpang ke masjid-masjid di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha, saat dikonfirmasi terkait mandeknya fasilitas vital ini pada Rabu (10/6/2026), tidak menyangkal adanya keluhan tersebut. Ia mengatakan bahwa kendala utama belum dibangunnya toilet di Tepian Teratai adalah akibat masalah ketiadaan lahan kosong.
“Kami menyadari bahwa di setiap destinasi wisata, sebagai tempat berkumpulnya orang, wajib memiliki fasilitas toilet yang sesuai standar.
Namun, untuk di Tepian Jalan P. Derawan (Tepian Teratai), kami belum menemukan lahan yang dapat dibuat toilet,” ujar Yudha.
Sebagai jalan tengah dari pembiaran yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, Yudha menyatakan baru akan mencoba mencari solusi baru. Disbudpar berencana melakukan upaya kerja sama dengan pihak swasta atau pemilik tanah di sekitar jalan tersebut.
Rencana kerja sama lahan Disbudpar akan mencari lahan milik warga di sekitar Jalan P. Derawan untuk mendirikan fasilitas sanitasi.
Wacana komersialisasi opsi yang ditawarkan pemerintah ke depan adalah membuat skema toilet umum berbayar yang dikelola secara kemitraan.
“Nanti kami akan coba cari lahan atau bekerja sama dengan pemilik lahan di sekitar jalan tersebut untuk dijadikan toilet umum yang berbayar, misalnya,” tambah Yudha mengenai wacana kedepan yang belum dipastikan garis waktunya tersebut.
Di sisi lain, Yudha mengklaim bahwa untuk kawasan wisata kuliner tetangga, yakni Tepian Besar (Jalan Ahmad Yani), pemerintah daerah sudah mengoperasikan fasilitas toilet sebanyak tiga pintu yang posisinya berada tepat di belakang panggung terbuka.
Ia juga menegaskan bahwa Disbudpar Berau selama ini terus berupaya melakukan pembenahan di berbagai lokasi wisata, termasuk urusan peningkatan fasilitas sanitasi agar sesuai standar kelayakan pariwisata.
Pasalnya, Tepian Teratai merupakan salah satu penyumbang perputaran ekonomi kreatif di Tanjung Redep yang setiap harinya ramai dikunjungi warga lokal maupun dari luar daerah, tetapi hak dasar pengunjung untuk mendapatkan fasilitas toilet justru diabaikan selama bertahun-tahun tanpa ada kepastian solusi konkret yang cepat.

