BERAU — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Berau telah dilaksanakan selama lima hari, setelah pesawat pendukung OMC tiba di Berau pada Senin (24/8/2026).

 

Namun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah.

 

Ketua BPBD Berau, Masyhadi, mengatakan pelaksanaan OMC telah berakhir.

 

Masyhadi menjelaskan efektivitas OMC sangat bergantung pada ketersediaan awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian.

 

“OMC lima hari saja, sudah lama berakhir,” ujar Masyhadi saat dikonfirmasi, Rabu (10/09/2026)

 

Ia menjelaskan, hasil OMC tidak dapat diukur hanya dari pelaksanaan penyemaian, sebab proses tersebut bergantung pada ketersediaan awan yang dapat diberikan bibit hujan.

 

“Tidak bisa diukur karena tergantung ketersediaan awan yang dapat diberikan bibit hujan,” katanya.

 

Setelah OMC berakhir, sementara hujan masih minim dan karhutla masih terjadi, BPBD Berau memperkuat penanganan melalui pemadaman di lapangan.

 

Masyhadi mengatakan tim pemadaman darat tetap dioptimalkan. Selain itu, BPBD juga terus mendorong penggunaan water bombing untuk membantu menangani titik-titik karhutla.

 

“Tetap optimalkan tim pemadaman darat, selain itu kita terus push dilakukan water bombing,” tutupnya.