BERAU – Seorang nelayan hilang di perairan Tanjung Batu, Kabupaten Berau, diduga terjatuh dari perahu yang ditumpanginya saat hendak menuju bagan, pada Senin malam. Tim gabungan hingga kini masih mengumpulkan informasi dan bersiap melakukan pencarian intensif.

 

Peristiwa naas tersebut pertama kali diketahui setelah tiga orang nelayan berangkat menggunakan perahu dari Tanjung Batu menuju perairan bagan. Namun, di tengah perjalanan sebelum mencapai bagan pertama, rekan rekan korban menyadari keberadaan salah satu temannya sudah tidak ada di bagian belakang perahu.

 

Mengetahui rekannya hilang, para saksi langsung memutar haluan kembali ke Tanjung Batu untuk melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan ke pihak berwenang serta warga sekitar.

 

Guna memastikan situasi lapangan, dinas terkait bersama tim gabungan langsung mengerahkan personel di lokasi kejadian. Namun, upaya pengumpulan informasi dan pencarian di perairan sempat terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem di sekitar perairan Tanjung Batu.

 

“Info dari rekan Angkatan Laut (AL), posisinya bertiga mau menuju ke bagan dari arah Tanjung Batu. Sebelum bagan pertama, temannya yang membawa perahu melihat sudah tidak ada temannya di belakang, sehingga mereka langsung menuju Tanjung Batu meminta bantuan,” ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Berau, Alimi, Selasa (18/8/2026).

 

Selain kendala cuaca dan gelombang tinggi, komunikasi dengan tim lapangan di Tanjung Batu juga sempat terhambat akibat gangguan jaringan seluler serta pemadaman arus listrik di wilayah pemukiman sekitar.

 

Kondisi padamnya aliran listrik tersebut dipicu oleh insiden teknis di jalur utama yang menghubungkan kawasan tersebut, sehingga membatasi akses komunikasi secara penuh pada Selasa malam.

 

“Mati listrik di sana bang, ada tiang rebah yang di jalan poros. Di sana juga susah sinyal,” kata Alimi menjelaskan kondisi infrastruktur dan jaringan di lokasi kejadian.

 

Gelombang air laut di kawasan perairan luar Tanjung Batu juga dilaporkan meningkat sejak siang hari, sehingga menyulitkan pergerakan tim SAR dan relawan yang berada di posko lapangan.

 

“Ombak besar tadi siang dari patok bouy luar. Belum ketemu bang, besok lanjut lagi pukul 07.00,” tutur Alimi menegaskan rencana pencarian lanjutan yang akan dimulai Rabu pagi.

 

Tim gabungan serta relawan lokal telah menyiagakan posko di Tanjung Batu dan siap melanjutkan penyisiran penyisiran perairan secara menyeluruh begitu titik terang dan cuaca memungkinkan.