SAMARINDA – Sebanyak 600 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti ajang Open Drag Bike dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara di kawasan Bandara Temindung, Samarinda, Sabtu (25/7/2026).

Selain menjadi wadah kompetisi bagi para pebalap, kegiatan tersebut juga membawa pesan penting mengenai keselamatan berlalu lintas.

Kejuaraan yang digelar di lintasan Bandara Temindung itu mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat. Ratusan pembalap dari berbagai provinsi hadir untuk mengikuti sejumlah kelas yang dipertandingkan.

Ketua Panitia, Kompol La Ode Prasetiyo, mengatakan Open Drag Bike HUT Ke-80 Bhayangkara tidak hanya menjadi ajang kompetisi otomotif, tetapi juga sebagai sarana menyalurkan bakat dan hobi para pecinta balap motor secara aman dan terarah.

“Sebanyak 600 peserta ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkompetisi di lintasan yang telah disiapkan panitia,” kata La Ode.

Menurut dia, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga otomotif, khususnya balap motor.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin sehingga pembalap memiliki ruang yang aman untuk menyalurkan kemampuan mereka tanpa harus melakukan balap liar di jalan umum.

“Kami ingin memberikan wadah bagi para pembalap untuk berkompetisi secara sportif sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di jalan raya,” ujarnya.

Open Drag Bike tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. Dalam sambutannya, Seno mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Menurutnya, setiap pembalap harus memahami bahwa kecepatan memiliki tempat yang tepat, yakni di lintasan balap yang telah memenuhi standar keselamatan.

“Kecepatan memiliki tempatnya. Lintasan balap adalah ruang untuk berkompetisi, sementara jalan raya adalah ruang bersama yang harus kita jaga dengan penuh tanggung jawab,” kata Seno.

Ia menegaskan jalan umum bukan tempat untuk menguji kecepatan karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Melalui penyelenggaraan Open Drag Bike, Seno berharap para pecinta otomotif semakin memahami pentingnya memisahkan aktivitas balap dengan penggunaan kendaraan di jalan raya.

Menurutnya, kompetisi di sirkuit atau lintasan resmi menjadi cara terbaik untuk mengembangkan prestasi olahraga otomotif sekaligus menekan angka balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.

Seno juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kejuaraan tersebut.

Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang positif antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan masyarakat dalam membangun budaya berkendara yang aman sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet balap berprestasi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga melalui ajang seperti ini lahir pembalap-pembalap berbakat yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Timur maupun Indonesia,” ujarnya.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara, kejuaraan tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat melalui kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda.

Panitia berharap seluruh rangkaian perlombaan berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Para peserta pun diimbau untuk mematuhi seluruh aturan perlombaan serta mengutamakan keselamatan selama mengikuti setiap kelas yang dipertandingkan.

Melalui ajang ini, semangat kompetisi diharapkan tidak hanya melahirkan para juara di lintasan, tetapi juga meningkatkan kesadaran bahwa balapan harus dilakukan di tempat yang semestinya, sementara keselamatan di jalan raya tetap menjadi tanggung jawab bersama.