TANJUNG REDEB – Pengelolaan jaringan air bersih di sejumlah kampung yang telah dibangun pemerintah menjadi perhatian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Berau. Perusahaan daerah itu menyatakan siap mengambil peran sebagai pengelola, namun tetap menunggu keputusan dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat.

Direktur PDAM Berau, Saipul Rahman, menegaskan pihaknya tidak akan mengambil alih secara sepihak terhadap sistem penyediaan air bersih yang dibangun melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sebab, keberlanjutan layanan tersebut tetap bergantung pada kesiapan pengelola di tingkat kampung.

Menurutnya, pemerintah kampung memiliki sejumlah pilihan dalam mengelola fasilitas yang telah tersedia. Kampung dapat menjalankan pengelolaan secara mandiri melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), atau menyerahkan operasionalnya kepada PDAM.

“Kalau masyarakat ingin mengelola sendiri setelah pembangunan oleh PU, silakan. Tetapi apabila kepala kampung dan masyarakat menginginkan PDAM yang mengelola, kami juga siap,” ujar Saipul.

Ia menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi jumlah pelanggan, kondisi infrastruktur, hingga kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem air bersih. Karena itu, pola pengelolaan tidak bisa diterapkan dengan cara yang sama di seluruh kampung.

Selain menjadi operator, PDAM juga membuka ruang kerja sama melalui pendampingan teknis bagi kampung yang ingin tetap mengelola secara mandiri. Pendampingan tersebut mencakup aspek operasional agar layanan air bersih dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Saipul menyebut, keberadaan BUMK sebagai pengelola lokal tetap menjadi opsi yang positif selama mampu menjaga keberlangsungan pelayanan, termasuk perawatan infrastruktur dan pengelolaan biaya operasional.

Namun, apabila dalam pelaksanaannya pengelolaan mengalami kendala, PDAM siap turun tangan membantu hingga mengambil alih pengelolaan sesuai permintaan pemerintah kampung.

“Kami siap mendampingi. Kalau nantinya pengelola kampung belum mampu menjalankan secara maksimal, PDAM siap membantu mengoperasikan,” katanya.

Saat ini, PDAM Berau mulai melakukan inventarisasi terhadap sejumlah wilayah yang telah memiliki fasilitas penyediaan air bersih. Pendataan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan skema pelayanan yang paling sesuai bagi masing-masing kampung.

Dengan langkah tersebut, PDAM berharap fasilitas air bersih yang telah dibangun pemerintah tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.