SAMARINDA – Tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda bersama Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu berhasil menangkap seorang pria berinisial H (20), terduga pelaku penikaman terhadap tiga remaja di Jalan Sirad Salman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Pelaku diringkus saat bersembunyi di sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi penikaman.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan, polisi bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit, sementara petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Terkait dugaan tindak pidana yang terjadi dini hari di Jalan Sirad Salman sudah kami tindak lanjuti. Korban sudah kami mintai keterangan, laporannya sudah kami terima, kemudian kami rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Alhamdulillah ketiga korban saat ini sudah menjalani rawat jalan,” ujar Asriadi. saat dikonfirmasi, (Rabu 15/7/2025).

Dalam proses penangkapan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk para korban.

Asriadi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku sempat membuang senjata tajam tersebut ke dalam bak sampah di kawasan Simpang Pasundan untuk menghilangkan jejak.

“Dari pengakuan pelaku, pisau itu dibuang ke bak sampah. Anggota kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya barang bukti berhasil ditemukan,” katanya.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap aksi penikaman dilakukan seorang diri oleh H. Sementara sejumlah pemuda yang berada di lokasi saat kejadian masih diperiksa sebagai saksi guna melengkapi proses penyidikan.

“Pelaku beserta barang bukti sudah kami amankan di Polsek Samarinda Ulu. Untuk sementara sudah ada dua orang saksi yang kami periksa guna mendukung proses penyidikan,” jelasnya.

Akibat penikaman tersebut, korban berinisial Y mengalami luka tusuk di bagian pinggang. Korban A mengalami luka sayatan senjata tajam pada tangan kiri, sedangkan seorang korban lainnya mengalami luka di kepala setelah terjatuh saat berusaha menghindari keributan.

Ketiga korban telah mendapatkan penanganan medis dan dipastikan tidak menjalani perawatan inap.

Polisi masih mendalami motif penikaman tersebut. Salah satu dugaan yang sedang diselidiki adalah adanya kaitan dengan aksi saling tantang balap liar yang sebelumnya beredar melalui media sosial.

“Masih kami dalami motifnya. Yang jelas saat itu ada kesalahpahaman di antara anak-anak muda yang berkumpul pada dini hari. Ada dua kelompok yang berada di lokasi, namun yang kami duga sebagai pelaku utama sudah diamankan. Sementara yang lainnya masih kami mintai keterangan sebagai saksi,” ungkap Asriadi.

Ia menambahkan, penyidik masih mengumpulkan keterangan para saksi serta alat bukti lain untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Di akhir keterangannya, Asriadi mengimbau para remaja agar tidak berkumpul hingga larut malam karena berpotensi memicu konflik yang berujung tindak pidana.

“Kami berharap masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak lagi berkumpul hingga dini hari. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 Wita, saat seharusnya sudah beristirahat. Karena terjadi cekcok, kemudian salah satu membawa senjata tajam hingga berujung pada tindak pidana. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian, kami akan menuntaskan proses hukumnya sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Asriadi.