SAMARINDA — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur 2026 di Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Ajang ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet muda sekaligus pencarian bibit potensial untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Kejuaraan tersebut diikuti atlet-atlet muda dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai evaluasi hasil pembinaan atlet di masing-masing daerah.
Ketua Umum FPTI Kaltim, El Nova Saefuddin Zuhri, mengatakan Kejurprov kelompok umur memiliki peran strategis dalam membangun regenerasi atlet panjat tebing di Kalimantan Timur.
“Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan atlet usia muda menjadi fokus utama FPTI Kaltim dalam beberapa tahun terakhir. Atlet potensial dinilai harus dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
“Kita ingin pembinaan berjalan berjenjang. Dari kelompok umur inilah nanti muncul atlet-atlet yang bisa membawa nama Kalimantan Timur di tingkat lebih tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, Kejurprov menjadi wadah untuk melihat perkembangan teknik, mental bertanding, hingga kesiapan fisik atlet muda. Karena itu, kompetisi seperti ini dinilai penting untuk terus dilaksanakan secara rutin.
“Anak-anak muda ini harus terus diberi ruang bertanding. Dari situ mental mereka terbentuk dan kemampuan mereka berkembang,” jelasnya.
Selain pertandingan panjat tebing, FPTI Kaltim juga menghadirkan lomba fotografi sebagai rangkaian kegiatan untuk menambah semarak suasana kejuaraan. Lomba tersebut mengangkat tema “Semangat, Aksi, dan Prestasi di Setiap Ketinggian” dengan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang.
“Fotografi ini sifatnya pendukung untuk memeriahkan kegiatan. Fokus utama kami tetap pembinaan atlet dan pengembangan olahraga panjat tebing,” jelas El Nova.
Panitia membuka pendaftaran lomba fotografi mulai 9 hingga 12 Mei 2026. Pengambilan foto dilakukan selama pelaksanaan Kejurprov pada 13 sampai 15 Mei 2026, sementara pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026.
Meski hanya sebagai kegiatan pendukung, lomba tersebut diharapkan mampu membantu memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada masyarakat lebih luas melalui karya visual para peserta.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa panjat tebing bukan hanya olahraga kompetisi, tetapi juga olahraga yang menarik dan penuh semangat,” katanya.
Panitia menyediakan hadiah Rp1 juta bagi juara pertama, Rp750 ribu untuk juara kedua, dan Rp500 ribu untuk juara ketiga. Setiap peserta diperbolehkan mengirim maksimal tiga karya foto terbaik selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, FPTI Kaltim juga berharap Kejurprov tahun ini mampu meningkatkan motivasi atlet muda untuk terus berkembang. Sebab, persaingan di cabang olahraga panjat tebing dinilai semakin ketat dari tahun ke tahun.
“Anak-anak muda ini harus terus diberi ruang bertanding. Dari situ mental mereka terbentuk dan kemampuan mereka berkembang,” ujar Elly Siapan akrabnya.
Ia optimistis Kalimantan Timur memiliki banyak atlet potensial yang bisa berkembang menjadi atlet nasional apabila pembinaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
“Kami percaya atlet-atlet muda Kaltim punya potensi besar. Tinggal bagaimana pembinaan, jam terbang, dan dukungan semua pihak terus diperkuat,” tegasnya.
Melalui Kejurprov tersebut, FPTI Kaltim berharap muncul atlet-atlet baru yang nantinya mampu memperkuat daerah pada berbagai ajang besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun kejuaraan nasional lainnya.
“Harapan kami tentu lahir generasi atlet baru yang bisa menjadi kebanggaan Kalimantan Timur di masa depan,” tutupnya.

