SAMARINDA — Meninggalnya Mandala Rizky Syaputra, pelajar SMKN 4 Samarinda, Kalimantan Timur, mulai mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menilai kasus tersebut menjadi pengingat penting mengenai persoalan akurasi data masyarakat penerima bantuan sosial di Indonesia.

Mandala, siswa kelas XI Pemasaran 2, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) dini hari setelah mengalami sakit pada bagian kaki. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas serta dugaan kendala dalam memperoleh pengobatan memadai membuat kisahnya viral dan memicu perhatian publik.

Menanggapi hal itu, Saifullah Yusuf mengatakan Kementerian Sosial masih melakukan penelusuran untuk memastikan fakta-fakta yang berkembang di masyarakat.

“Kasus ini ya kita lagi menelusuri ya. Jadi berita itu apakah benar atau tidak benar, kita lihat. Masih sedang penelusuran,” kata Saifullah Yusuf dalam pernyataannya yang dipublikasikan melalui kanal YouTube IDN Times.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengakui bahwa kasus tersebut berkaitan erat dengan persoalan validitas data kemiskinan dan penerima bantuan sosial.

Menurutnya, masih ada kemungkinan warga yang seharusnya mendapat perlindungan sosial justru belum masuk dalam sistem pendataan pemerintah. Karena itu, pemerintah saat ini tengah melakukan konsolidasi data secara nasional bersama pemerintah daerah.

“Secara umum bahwa ini bagian dari pentingnya data,” ujarnya.

Ia menegaskan data sosial tidak boleh hanya menjadi konsumsi pemerintah pusat, melainkan harus terbuka dan dapat dipantau bersama agar proses pengawasan lebih maksimal.

“Data ini harus bisa dibaca oleh kita semua. Tidak hanya oleh pemerintah pusat tapi juga oleh pemerintah daerah dan juga oleh masyarakat luas,” lanjutnya.

Kasus Mandala sendiri sebelumnya memunculkan empati luas dari masyarakat Samarinda. Banyak pihak menilai peristiwa tersebut menjadi alarm bahwa persoalan kemiskinan dan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan serius, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi rentan.

Hingga saat ini, pemerintah pusat disebut masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah keluarga Mandala telah terdaftar dalam program bantuan sosial maupun layanan jaminan kesehatan yang disediakan negara.