TANJUNG SELOR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bulungan terus mendorong peningkatan literasi media di kalangan pelajar melalui program Wartawan Masuk Sekolah. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di SMKN 3 Tanjung Selor, Jalan Poros Tanah Kuning, Desa Bumi Rahayu, Selasa (13/10).

Dalam kegiatan ini, para wartawan berbagi pengalaman dan pengetahuan jurnalistik kepada siswa. Pelatihan tersebut bertujuan agar pelajar mampu memahami cara mengolah informasi, menyampaikan pendapat, serta memanfaatkan media digital secara positif dan bertanggung jawab.

Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid, mengatakan, peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi melalui berita, foto, dan video, tetapi juga ikut meningkatkan literasi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, pelajar saat ini tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi dan media sosial, seperti TikTok dan Instagram. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi serta membuat konten yang bermanfaat.

“Kami berharap keberadaan teman-teman wartawan tidak hanya memberikan manfaat melalui tulisan, foto, dan video yang dipublikasikan. Lebih dari itu, kami ingin kehadiran jurnalis juga bisa meningkatkan literasi di kalangan pelajar,” ujarnya, Selasa (13/10).

Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan pada dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik menulis berita, pengambilan foto, menggali informasi, melakukan wawancara, hingga membuat konten untuk media sosial.

Fathu juga mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab saat menyebarkan informasi di ruang digital. Menurutnya, setiap konten yang diunggah harus memperhatikan kebenaran informasi serta tidak melanggar aturan yang berlaku.

“Jangan sampai karena terlalu cepat menggunakan jempol, kita justru menghadapi masalah. Konten yang dibuat harus memberikan manfaat dan tetap memperhatikan batasan yang ada,” pesannya.

Ia menambahkan, keterampilan jurnalistik juga dapat menjadi bekal bagi siswa yang ingin mengembangkan minat di bidang kepenulisan, komunikasi, maupun industri kreatif.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Tanjung Selor, Tuti Wurniati, menyambut baik pelaksanaan program Wartawan Masuk Sekolah. Ia menilai kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi sekaligus kreativitas siswa.

Menurutnya, literasi di era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan fakta secara jujur dan beretika.

Sebagai sekolah kejuruan, SMKN 3 Tanjung Selor tidak hanya berfokus pada keterampilan sesuai bidang keahlian, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan komunikasi dan literasi media.

“Pelatihan ini menjadi wadah yang sangat baik untuk menggembleng kreativitas anak-anak kita,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut dapat diterapkan siswa, baik dalam kegiatan belajar maupun saat membuat konten kreatif.

“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk membentuk generasi muda yang terampil, kritis, kreatif, dan mampu memanfaatkan informasi secara bertanggung jawab,” tutupnya. (Lia)