Tanjung Redeb – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan meskipun pola pelaksanaannya mengalami penyesuaian. Pemerintah daerah memastikan program tersebut tidak dihentikan dan tetap menjangkau seluruh penerima manfaat.

 

Penyesuaian dilakukan dengan mengubah mekanisme konsumsi makanan. Jika pada hari biasa makanan dikonsumsi langsung di sekolah, selama Ramadan paket MBG dibagikan untuk dibawa pulang oleh siswa. Skema ini diterapkan untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan ibadah puasa.

 

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa perubahan tersebut bersifat teknis dan tidak mengurangi tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi anak sekolah.

 

“Programnya tetap berjalan. Yang kita sesuaikan hanya cara penyalurannya agar tidak mengganggu ibadah puasa,” ujarnya.

 

Rakhmadi menegaskan, hingga saat ini belum ada regulasi tertulis khusus yang mengatur pelaksanaan MBG selama Ramadan. Namun secara prinsip, pemerintah daerah sepakat program tersebut tetap dilanjutkan dengan penyesuaian situasional di lapangan.

 

Ia juga menyebutkan, distribusi makanan tetap dilakukan meski bertepatan dengan hari libur sekolah. Penyesuaian hanya mencakup waktu, sistem pembagian, serta jenis menu yang disalurkan kepada siswa.

 

“Untuk daerah mayoritas muslim seperti Berau, tentu menunya disiapkan agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa,” jelasnya.

 

Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Berau berharap pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi peserta didik, sekaligus menghormati nilai-nilai keagamaan masyarakat. Program ini diharapkan tetap menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kualitas gizi anak-anak sekolah tanpa terhambat oleh momentum ibadah. (Dvn)