Tanjung Redeb – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau memastikan tetap melakukan pemantauan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan, meski mekanisme penyalurannya tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan Disdik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan bahwa pada prinsipnya MBG tetap disalurkan selama Ramadan, namun bentuk penyalurannya tidak sama seperti hari biasa.
“MBG ini kan bukan di kita. Pertanyaannya, tetap disalurkan tapi bentuknya tidak seperti biasa. Jadi nanti kita lihat dulu seperti apa,” ujarnya.
Ia menyebut, pola penyaluran MBG selama puasa sangat bergantung pada kebijakan masing-masing sekolah. Menurutnya, tidak semua sekolah memungkinkan untuk melakukan pengambilan MBG setiap hari, mengingat adanya libur di awal dan akhir Ramadan.
“Kan masa mereka ngambil tiap hari, sementara seharusnya libur. Itu tergantung sekolah masing-masing,” jelasnya.
Disdik Berau sendiri, lanjut Mardiatul, hanya berperan dalam monitoring dan evaluasi (monev), khususnya memastikan keamanan penyaluran serta kondisi peserta didik.
“Bagian kami hanya monev saja, apakah aman, apakah anak-anak ada kejadian tertentu. Kalau soal gizinya itu kan di kesehatan. Kami fokus yang ada hubungannya dengan pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, tugas pengawasan MBG sudah dibagi sesuai peran masing-masing pihak, termasuk adanya koordinator dan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang menangani teknis di lapangan.
Terkait kabar penolakan MBG berupa buah-buahan selama Ramadan di sejumlah daerah lain, Mardiatul mengaku belum menerima laporan serupa di Kabupaten Berau.
“Kalau di daerah lain memang ada yang menolak buah-buahan saat Ramadan. Tapi kalau di Berau, sejauh ini belum ada kabar, belum ada laporan,” pungkasnya.(Dvn)

