TANJUNG SELOR – Sebanyak 808 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026 di Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, aparat kepolisian daerah (Polda) Kaltara bersama berbagai instansi terkait akan fokus menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.
“Hari ini kita lakukan pemantapan operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ketupat Kayan 2026, untuk mengamankan masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy usai apel sore tadi, Kamis (12/3).
Lebih lanjut sebelum pelaksanaan operasi, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta memetakan potensi kerawanan selama masa libur Lebaran.
“Untuk mengamankan arus mudik sebanyak 808 Personel Gabungan yang dilibatkan dalam operasi mulai dari TNI: 159 personel,
Dinas Perhubungan: 84 personel, Dinas Kesehatan: 63 personel, Jasa Raharja: 13 personelserta BPBD: 64 personel,” sebut dia.
Tidak hanya itu sejumlah personil lain disebutkan oleh dia diantaranya pemadam Kebakaran: 51 personel, Basarnas: 28 personel, Senkom: 48 personel.
Selain itu, petugas juga akan menyiapkan 44 pos pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari 15 pos pengamanan, 26 pos pelayanan dan 7 pos terpadu.
Kapolda Kaltara, juga memprediksi dua gelombang arus mudik akan terjadi menjelang Lebaran, yakni pada 14–15 dan 18–19. Sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 18–19 serta 28–29.
“Kami memprediksi akan ada dua gelombang arus mudik dan arus balik, sehingga seluruh personel dan pos pengamanan disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat,” katanya.
Fokus Pengamanan Jalur Perairan
Karena wilayah Kalimantan Utara didominasi jalur transportasi air, pengamanan juga difokuskan pada pelabuhan dan penyeberangan ferry.
Petugas akan memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi aturan keselamatan, terutama terkait kapasitas kapal.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan naik kapal yang sudah melebihi kapasitas karena sangat berbahaya. Petugas di pos penyeberangan akan terus memberikan penyuluhan dan pengumuman kepada penumpang,” tegasnya.
Operasi Ketupat Kayan 2026 diharapkan mampu memastikan mudik Lebaran berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri di Kalimantan Utara. (Lia)

