TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, tidak hanya untuk manusia tetapi juga bagi hewan peliharaan dan ternak.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuka layanan Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) yang berlokasi di Jalan Sabanar Lama, Tanjung Selor.
Fasilitas Puskewan ini telah diaktifkan sejak awal tahun 2025 dan hingga kini terus dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada hewan, khususnya kucing, anjing, serta berbagai jenis hewan ternak lainnya.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Bulungan, Maritje Joana Loe, menjelaskan bahwa layanan Puskewan dibuka setiap hari kerja, yakni Senin hingga Jumat.
Selain di lokasi Puskewan, pelayanan juga tersedia di kantor Dinas Pertanian pada bagian peternakan.
“Selain membuka layanan di Puskewan, kami juga melayani masyarakat di kantor Dinas Pertanian, khususnya di bidang peternakan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/4).
Ia menambahkan meskipun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan fasilitas ini. ia memastikan bahwa Puskewan hadir untuk membantu masyarakat dalam memeriksa dan mengobati hewan peliharaan mereka dengan mudah.
Untuk saat ini, seluruh layanan yang diberikan masih gratis tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan dan pengobatan mencakup hewan kecil seperti kucing dan anjing, serta laporan dan penanganan hewan ternak besar seperti sapi.
“Layanan ini sementara masih gratis. Kami melayani pengobatan kucing, anjing, dan juga bisa menangani laporan hewan ternak besar seperti sapi,” jelasnya.
Sejak beroperasi pada tahun 2025 hingga awal 2026, tercatat sekitar 50 hewan telah mendapatkan pelayanan di Puskewan.
Mayoritas pasien merupakan kucing dan anjing, dengan keluhan yang beragam seperti penyakit kulit, batuk, pilek, hingga kebutuhan vaksinasi.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, layanan juga mencakup vaksinasi serta tindakan sterilisasi (kastrasi) untuk hewan peliharaan.
Maritje menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan kini mulai meningkat.
Hal ini menjadi langkah positif dalam mencegah penyebaran penyakit, termasuk rabies, yang dapat menular dari hewan ke manusia.
“Ini adalah upaya kita untuk mencegah penyakit seperti rabies yang di beberapa daerah cukup tinggi. Kita harus mengantisipasi dengan pemeriksaan dini dan vaksinasi,” tegasnya.
Dalam operasionalnya, rata-rata terdapat sekitar lima hewan yang ditangani setiap bulan di Puskewan. Selain pelayanan di lokasi, petugas juga aktif melakukan pelayanan lapangan atau “jemput bola” ke masyarakat.
Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Dengan adanya layanan gratis ini, pemilik hewan peliharaan diharapkan lebih rutin memeriksakan kesehatan hewan mereka demi mencegah penyebaran penyakit.
“Kami harap masyarakat mengetahui keberadaan Puskewan ini dan memanfaatkannya. Layanan ini gratis dan sangat membantu,” tutup Maritje. (Adv/Lia)

