BERAU — Rencana pengoperasian bus DAMRI menuju kawasan pesisir Kabupaten Berau disebut akan segera terealisasi. Rute layanan tersebut telah melalui tahap survei dan tinggal menunggu implementasi pada tahun ini.
Rencana ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi menuju wilayah pesisir, khususnya Biduk-Biduk yang selama ini masih sulit dijangkau kendaraan umum.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyatakan dukungannya terhadap kehadiran DAMRI yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Program Bupati kan ada transportasi, itu tinggal dipadukan saja. Kan ada penyediaan transportasi gratis untuk anak-anak sekolah, nanti kita padukan,” ujarnya, Kamis (23/4/26).
Ia menilai kehadiran transportasi massal ke pesisir akan berdampak besar terhadap peningkatan kunjungan wisata, mengingat akses jalan sebagian besar sudah memadai.
“Saya sepakat kalau ada DAMRI di pesisir, mudah-mudahan bisa meningkatkan wisata yang menuju ke pesisir. Karena jalannya juga sudah bagus, tinggal beberapa titik yang belum,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan utama saat ini bukan hanya infrastruktur, tetapi keterbatasan moda transportasi yang membuat mobilitas masyarakat dan wisatawan terhambat.
“Ada informasi bahwa nyari kendaraan dari Tanjung menuju Biduk-Biduk itu agak susah. Artinya kebutuhan masyarakat sudah semakin tinggi,” ungkapnya.
Selain sektor pariwisata, peningkatan kebutuhan transportasi juga dipicu oleh aktivitas industri yang akan berkembang di Berau.
“Apalagi nggak lama lagi Kiani Kertas sudah mau beroperasi. Itu kebutuhan transportasi semakin tinggi,” tambahnya.
Meski demikian, Sumadi berharap kehadiran DAMRI tidak mematikan usaha transportasi lokal yang telah ada, melainkan menjadi pelengkap.
“Kita mendukung terkait ada DAMRI, mudah-mudahan tidak mengganggu taksi yang ada sekarang. Karena kebutuhan masyarakat semakin tinggi,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan transportasi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan pemerataan akses bagi masyarakat.
“Kalau ada bus ini langsung kita syukuri supaya bisa meningkatkan pariwisata di daerah Berau,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengaku pihaknya masih menunggu kepastian realisasi program tersebut.
“Jadi memang saya baca berita terkait itu, tapi untuk realisasinya saya belum mendengar. Apakah itu baru sekadar usulan atau seperti apa?” ujarnya.
Ia menyebut, program transportasi ini kemungkinan berkaitan dengan program unggulan daerah yang sempat dibahas sebelumnya.
“Sepengetahuan kami memang ada program unggulan ya, di periode kedua itu, Berau Trans. Kami bertanya-tanya juga, apakah yang dimaksud dengan Berau Trans itu salah satunya DAMRI ini,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mendukung apabila program tersebut benar-benar direalisasikan.
“Ya mudah-mudahan lah betul-betul bisa diwujudkan. Kalau tentu pasti mendukung, senang,” pungkasnya. (atrf)

