
BERAU – Beroperasinya Rumah Sakit Raja Alam diharapkan mampu mengurangi kepadatan pasien di RSUD Abdul Rivai, meski baru ada 1 bangunan dari total rencana 3 bangunan.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai kehadiran rumah sakit baru tersebut menjadi langkah awal untuk mengurai beban layanan kesehatan di rumah sakit lama. Namun, dari rencana tiga bangunan yang akan difungsikan, saat ini baru satu bangunan yang beroperasi dengan kapasitas sekitar 120 tempat tidur.
“Minimal ini bisa mengurangi kepadatan rumah sakit yang ada. Harapannya ke depan, dua bangunan lainnya juga bisa segera difungsikan,” ujarnya, Selasa (28/03/2026).
Meski persiapan peresmian RSUD Raja Alam kurang 9 persen, sumadi tetap optimis RSUD dapat beroprasional pada 20 mei mendatang.
Sumadi menegaskan, percepatan pemanfaatan bangunan rumah sakit perlu dilakukan agar fasilitas yang telah dibangun tidak terbengkalai dan berpotensi mengalami kerusakan.
“Kita optimistis pembukaan rumah sakit ini bisa segera dimaksimalkan, karena jika terlalu lama tidak digunakan justru berisiko menimbulkan masalah baru, seperti kerusakan bangunan,” jelasnya.
Selain itu, Sumadi juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya terkait penggunaan BPJS Kesehatan di rumah sakit baru tersebut. Hal ini dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman dalam pelayanan.
“Harus disampaikan dengan baik ke masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman soal penggunaan BPJS,” tambahnya.

