BERAU – Sikap ragu aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan pengadaan barang dan jasa kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. Selain dinilai menghambat pelaksanaan program, kondisi ini juga berpotensi memicu persoalan di kemudian hari jika tidak disikapi dengan tepat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said, saat kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengadaan. Ia menilai, masih ada pejabat yang enggan menjalankan tugas karena kekhawatiran berlebihan, terutama terkait risiko hukum.

“Seringkali kita dapat catatan, pejabatnya mau jabatannya saja, tapi ketika diberi tanggung jawab justru tidak mau menjalankan. Alasannya khawatir ini dan itu,” ujarnya pada Selasa (05/05/2026).

Menurutnya, kekhawatiran tersebut seharusnya tidak terjadi selama proses pengadaan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan, yang menjadi persoalan justru jika ada unsur pelanggaran hukum dalam pelaksanaannya.

“Kalau kegiatan dilakukan sesuai regulasi, seharusnya aman. Yang jadi masalah itu kalau ada upaya-upaya yang melanggar hukum,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian pihak yang menjadikan mutasi sebagai solusi ketika ada ASN yang tidak menjalankan tugas. Padahal, menurutnya, langkah tersebut tidak menyelesaikan akar persoalan.

“Kadang kita berpikir, masa gara-gara seperti itu orang harus dipindah. Dipindah ke tempat lain belum tentu juga mau melaksanakan. Jadi mutasi bukan solusi terbaik,” katanya.

M Said menegaskan, tanggung jawab pembinaan berada di tangan pimpinan perangkat daerah. Kepala dinas diminta lebih aktif memberikan pemahaman kepada bawahannya, terutama terkait mekanisme pengadaan.

“Kalau ada kabid yang tidak mau melaksanakan lelang, itu tanggung jawab kepala dinas untuk membina dan meyakinkan bahwa pekerjaan itu aman selama sesuai aturan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman melalui kegiatan seperti bimtek.

“Kita masih diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus mendapatkan ilmu. Keberkahan itu ketika ilmu yang kita dapat bisa kita implementasikan, bahkan nanti bisa kita ajarkan ke orang lain,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN tidak hanya memahami aspek teknis pengadaan, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dalam menjalankan tugas, sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih optimal tanpa dibayangi kekhawatiran yang berlebihan.