BERAU – Keterlibatan perempuan muda dalam dunia politik di Kabupaten Berau mulai menunjukkan geliat positif. Sejumlah anggota muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Berau menyuarakan pentingnya peran generasi muda, khususnya perempuan Gen Z, dalam pembangunan daerah, kegiatan sosial, hingga penguatan isu pendidikan dan kebudayaan.

Salah satunya disampaikan Umi Ramadhani. Sebagai perempuan Gen Z yang aktif di PSI Berau, ia mengaku termotivasi bergabung karena ingin terlibat langsung membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, perempuan muda saat ini tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah, tetapi harus mampu mengambil peran dan menunjukkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.

“Sebagai perempuan Gen Z, saya ingin ikut terlibat langsung membawa perubahan positif untuk masyarakat, khususnya bagi anak muda dan perempuan. Saya percaya perempuan di zaman sekarang, terutama Gen Z, harus bisa mengambil peran dalam pembangunan dan membuktikan bahwa anak muda peduli terhadap sosial, pendidikan, hukum, dan masa depan daerahnya,” ujarnya Pada Jumat (29/05/2026).

Ia menilai PSI menjadi ruang yang terbuka bagi anak muda untuk belajar dan berkembang. Selain itu, partai tersebut dianggap mampu menjadi wadah penyampaian aspirasi yang lebih modern dan dekat dengan masyarakat.

Dalam kegiatan organisasi, Umi menyebut perempuan Gen Z di PSI Berau juga aktif terlibat dalam aksi sosial. Salah satunya melalui kegiatan pembagian daging kurban kepada masyarakat dan panti asuhan saat momentum Iduladha.

“Gerakan berkurban ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami. Kami turun langsung membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar dan panti asuhan,” katanya.

Ke depan, ia menyebut PSI Berau juga berencana menggelar berbagai agenda yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas perempuan muda agar mampu menghadirkan ide-ide kreatif dan inovatif bagi perkembangan daerah.

Bagi Umi, politik tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tentang bagaimana hadir dan membantu masyarakat secara nyata.

“Saya ingin belajar, berkembang, dan menjadi bagian dari gerakan anak muda serta perempuan yang berani bersuara untuk hal-hal positif. Semoga ke depannya saya bisa memberikan energi baik dan kontribusi terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Elvy Adam juga menilai perempuan muda perlu lebih aktif dalam dunia politik dan sosial. Ia mengatakan keterlibatan perempuan Gen Z sangat penting untuk menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

“Saya ingin anak muda, khususnya perempuan Gen Z, ikut andil dalam perkembangan politik dan sosial serta terlibat langsung membawa perubahan,” ujarnya.

Menurut Elvy, peran aktif perempuan muda di PSI Berau dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari edukasi masyarakat, kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, hingga kampanye digital yang positif.

Selain itu, PSI juga dinilai dapat menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai isu yang dekat dengan generasi muda dan perempuan, seperti pendidikan, kesehatan mental, kesenian, hingga kebudayaan.

Sebagai bagian dari departemen kesenian PSI Berau, Elvy mengaku ingin mendorong pengembangan seni dan budaya lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Saya ingin mengembangkan dan mengenalkan kebudayaan serta kesenian di Kabupaten Berau dengan menggunakan PSI sebagai wadahnya,” katanya.

Ia berharap ke depan semakin banyak perempuan di Berau yang berani terlibat dalam organisasi, politik, maupun pengambilan keputusan di daerah.

“Harapan saya, semakin banyak perempuan yang berani terlibat dalam politik, organisasi, dan pengambil keputusan,” pungkasnya.