BERAU – Pemerintah Daerah Kabupaten berau menyikapi terkait Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 mengatur tentang penugasan guru non-ASN atau guru honorer di satuan pendidikan yang pastinya akan berdampak pada guru di Kabupaten Berau.
Dalam aturan ini, pemerintah menegaskan bahwa daerah tidak diperbolehkan lagi melakukan pengangkatan guru honorer baru di luar mekanisme resmi pemerintah.
SE tersebut diterbitkan sebagai bagian dari penataan tenaga non-ASN secara nasional agar kebutuhan guru lebih terdata dan pengangkatan tenaga pendidik ke depan difokuskan melalui jalur ASN maupun PPPK. Namun, dalam pelaksanaannya pemerintah daerah masih diperbolehkan menyesuaikan penugasan guru non-ASN dengan syarat telah terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum 31 Desember 2024 dan masih aktif menjalankan tugas.
Di tengah aturan tersebut, pemerintah daerah Berau mengatakan tetap mempertahankan guru honorer dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga pengajar, terutama di wilayah pelosok, belum terpenuhi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan Pemkab Berau saat ini belum bisa sepenuhnya menerapkan pembatasan tenaga honorer di sektor pendidikan.
“Kalau untuk guru, sementara kita coba untuk akomodir ya. Karena kita memang keterbatasannya tidak boleh pengangkatan lagi,” ujarnya pada Jumat (29/05/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah untuk sementara masih memberlakukan sistem paruh waktu bagi guru honorer agar mereka tetap bisa mengajar sambil menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah pusat.
“Jadi masih diberlakukan paruh waktu, supaya mereka tetap bisa menjalankan tugas. Karena kita tidak semudah itu memutus,” ungkapnya.
Selama ini, sekolah-sekolah di wilayah pelosok Berau banyak mengandalkan tenaga honorer karena jumlah guru ASN terbatas.
Jika pembatasan honorer diterapkan tanpa penambahan guru pengganti, dikhawatirkan akan memengaruhi proses belajar siswa.
Sri Juniarsih mengakui keberadaan guru honorer masih dibutuhkan untuk menutupi kekurangan tersebut.
“Karena kita butuh guru juga, apalagi di pelosok seperti itu,” ucapnya.

