BERAU, it-news.id – Rencana pelaksanaan bursa kerja (job fair) di Kabupaten Berau belum diikuti seluruh perusahaan yang diundang. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau menyebut sebagian perusahaan memilih belum bergabung karena belum memiliki kebutuhan perekrutan tenaga kerja dalam waktu dekat.

 

Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada berbagai perusahaan dari sejumlah sektor usaha. Namun, respons yang diterima belum sesuai dengan harapan karena tidak semua perusahaan bersedia membuka lowongan.

 

“Kami sudah menyurati hampir seluruh pelaku usaha yang menjadi sasaran. Tetapi memang perusahaan yang bergabung tidak sebanyak yang kami bayangkan,” ungkapnya, Senin (03/08/2026).

 

Menurutnya, terdapat perusahaan yang sebelumnya menyatakan minat mengikuti job fair, namun akhirnya mengurungkan niat lantaran kondisi bisnis belum memungkinkan untuk melakukan perekrutan.

 

“Ada perusahaan yang tadinya mau bergabung, tetapi karena kondisi saat ini mereka belum memiliki target perekrutan dalam jangka pendek. Itu yang menyebabkan mereka belum bisa ikut,” ujarnya.

 

Anang menambahkan, perusahaan tersebut diperkirakan baru akan membuka kebutuhan tenaga kerja pada periode berikutnya.

 

“Untuk jangka menengah dan panjang akan kami komunikasikan kembali. Jadi bukan berarti mereka menutup kesempatan, hanya saja saat ini memang belum ada kebutuhan,” jelasnya.

 

Saat ditanya mengenai langkah Disnakertrans untuk mendorong partisipasi perusahaan, khususnya dari sektor ritel dan usaha modern, Anang mengatakan pemerintah tidak dapat memaksa perusahaan membuka lowongan apabila memang belum membutuhkan tenaga kerja.

 

“Yang bisa kami lakukan adalah mengundang dan menyampaikan surat secara resmi. Keputusan membuka lowongan tetap berada di masing-masing perusahaan,” katanya.

 

Ia menyebut undangan telah dikirim kepada perusahaan di berbagai sektor, mulai dari ritel, perhotelan, perkebunan, pariwisata hingga lembaga pendidikan.

 

Salah satu peserta yang dipastikan membuka lowongan, kata Anang, adalah Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) yang mencari tenaga dosen dengan kualifikasi minimal pendidikan S2.

 

“Ada juga kebutuhan untuk dosen karena masih belum ada pelamar yang sesuai. Artinya, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya untuk posisi umum, tetapi juga tenaga profesional,” ucapnya.

 

Selain itu, beberapa jaringan toko modern juga telah menyatakan ikut dalam pelaksanaan job fair. Meski demikian, Disnakertrans belum menerima informasi mengenai jumlah lowongan yang akan dibuka masing-masing perusahaan.

 

“Kami belum mengetahui berapa kebutuhan tenaga kerja dari masing-masing perusahaan. Nanti pencari kerja bisa langsung memperoleh informasi dari perusahaan yang hadir,” tutupnya.