BERAU — Lampu lalu lintas di kawasan simpang Jl. Mangga III, Tanjung Redeb, mengalami gangguan dan mati total dalam dua hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan karena berpotensi memicu bahaya kecelakaan di persimpangan tersebut.

Gangguan tersebut merupakan dampak tak terduga dari aktivitas pengerjaan fisik di sekitar lokasi. Getaran dari alat berat yang digunakan pekerja proyek mengenai komponen krusial pada sistem pengatur lalu lintas tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Kabid Lalin Dishub) Berau, Aidil Hamka, memberikan penjelasannya terkait penyebab utama berhentinya fungsi lampu lalu lintas di persimpangan tersebut. Ia menyebutkan adanya perbaikan fisik di area sekitar yang memicu masalah pada komponen listrik.

“Itu rencana ada rehab total, kemudian saat melakukan pengatingan dengan hammer jack, itu kan sekitar box pengendali pengangkut lalu lintasnya,” ujar Aidil Hamka.

Lebih lanjut, Aidil memaparkan bahwa getaran kuat dari alat pemotong tersebut merambat hingga merusak bagian panel sekring yang mengatur arus listrik lampu.

“Mungkin dari dampak getaran hammer jack itu sehingga kena di daerah box kami getaran itu, panel sekringnya, sehingga terjadilah gangguan di lampu merahnya,” tambahnya.

Guna mengantisipasi bahaya di jalan raya, pihak Dishub Berau bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama kontraktor dan tim teknis di lapangan. Dishub berkomitmen untuk segera menghidupkan kembali fungsi sinyal lalu lintas tersebut.

Pihaknya berencana melakukan perbaikan darurat sembari menunggu penyelesaian proyek rehabilitasi secara menyeluruh. Langkah cepat ini diambil agar arus kendaraan di persimpangan vital tersebut kembali tertib dan aman.

“Kemungkinan besar malam ini akan dilakukan perbaikan sementara sambil menunggu perbaikan rehab total. Setelah kami mendapat solusi, kemungkinan besar malam ini kami akan coba melakukan perbaikan darurat,” terang Aidil.

Proyek perbaikan lampu lalu lintas ini sendiri sebenarnya sudah masuk dalam agenda penganggaran pemerintah daerah tahun ini. Terdapat tiga titik persimpangan utama di Kabupaten Berau yang masuk dalam program rehabilitasi total tersebut.

Selain simpang Jl. Mangga III, rehabilitasi total juga menyasar persimpangan di Jalan Murjani I, Jalan Murjani II, dan Jalan Teuku Umar. Saat ini, pengerjaan di titik-titik tersebut sudah mulai berjalan secara bertahap.

Sementara itu, warga dan pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut mengaku cukup terganggu dengan matinya lampu sinyal. Salah seorang warga setempat, Aripin, menuturkan bahwa gangguan ini bukan pertama kalinya terjadi.

“Kalo saya liat ini sudah dua harian kan ya mas, kan rumah ku juga di Dermaga situ,” tutur Aripin saat ditemui di sekitar lokasi.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum mati total, sinyal lampu sempat mengalami kelistrikan eror yang membingungkan para pengendara. Warna lampu yang menyala tidak sesuai dengan ketentuannya, sehingga cukup membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kadang juga eror ini lampu merahnya, jadi bukan mati aja. Tapi kalau dia nyala, itu warna lampunya eror, tertipu jadinya orang. Kalau harapan sih semoga cepat diperbaiki aja,” pungkas Aripin.