SAMARINDA — Saat petugas pemadam kebakaran dan relawan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Betapus, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dukungan datang dari para kader PSI Samarinda.
Di tengah kepungan asap dan panasnya lokasi kebakaran, kader DPD PSI Samarinda turun langsung ke lapangan dengan membagikan masker dan minuman dingin kepada petugas serta relawan yang sedang berjuang memadamkan api.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para petugas yang harus berada berjam-jam di lokasi untuk mengendalikan kobaran api.
Masker diberikan untuk membantu melindungi petugas dan relawan dari paparan asap, sementara minuman es dibagikan untuk membantu menyegarkan mereka di tengah kondisi lapangan yang panas.
Sis Rey dari DPD PSI Samarinda mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan sederhana kepada para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.
“Kami melihat teman-teman pemadam dan relawan berjibaku memadamkan api. Mereka bekerja di tengah panas dan asap, sehingga kami ingin ikut membantu dengan membagikan masker dan minuman dingin,” ujar Sis Rey.
Menurutnya, perjuangan petugas di lapangan tidak mudah. Selain menghadapi kobaran api, mereka juga harus berhadapan dengan asap dan kondisi cuaca yang panas.
“Ini mungkin bantuan sederhana, tetapi kami berharap bisa sedikit membantu dan memberikan semangat kepada para petugas dan relawan yang sedang berjuang di lapangan,” katanya.
Sis Rey menambahkan, penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran. Masyarakat dan berbagai elemen juga dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
“Yang paling penting adalah kita sama-sama peduli. Ketika ada petugas yang sedang berjuang memadamkan kebakaran, kita bisa memberikan dukungan, termasuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Sementara itu, para petugas dan relawan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik api di kawasan Betapus. Kondisi vegetasi yang kering dan cuaca panas membuat proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan.
Dukungan berupa masker dan minuman dingin tersebut menjadi bentuk perhatian bagi para “pejuang kebakaran” yang tetap bertahan di lapangan demi mencegah api semakin meluas.
“Kami mengapresiasi perjuangan teman-teman pemadam dan relawan. Semoga api segera padam dan masyarakat juga ikut menjaga agar kebakaran seperti ini tidak kembali terjadi,” pungkas Sis Rey.

