BERAU — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya pada Rabu sore (9/9/2026).

Turunnya hujan menjadi kabar yang dinanti setelah Berau mengalami periode kemarau dengan kondisi minim hujan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengatakan hujan yang terukur di wilayah tersebut berada pada intensitas sedang hingga lebat.

“Intensitas sedang sampai lebat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9)

Ade menjelaskan, awal musim hujan ditentukan berdasarkan curah hujan minimal 50 milimeter setiap dasarian atau periode 10 harian, yang terjadi secara konsisten selama tiga dasarian berturut-turut.

“Menentukan awal musim hujan ditandai intensitas hujan 50 mm setiap dasarian selama tiga dasarian berturut-turut,” jelasnya.

Ia menjelaskan Untuk wilayah Tanjung Redeb, Teluk, Gunung Tabur, dan Sambaliung, akhir musim kemarau diprediksi terjadi sekitar September dasarian III. Sementara untuk wilayah pesisir, akhir musim kemarau diperkirakan baru terjadi sekitar Oktober dasarian II.

Ade menyebut Setelah periode tersebut, wilayah Berau diperkirakan memasuki masa pancaroba. Namun, kondisi hujan masih dipengaruhi fenomena El Niño sehingga sifat hujan diprediksi berada di bawah normal.

“Setelahnya masuk musim pancaroba, namun masih dipengaruhi oleh El-Nino sehingga sifat hujan akan dibawah normalnya” tutupnya.