BERAU, It-news.id — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Berau berdampak pada ketersediaan sayur-mayur dan sejumlah bahan pangan lainnya. Kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya pedagang yang menjual sayuran segar di pasar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, Lita Handini, mengatakan hampir seluruh komoditas pertanian terdampak kemarau panjang dan cuaca panas ekstrem. Dampaknya dirasakan pada tanaman padi, jagung hingga sayuran.

“Semua komoditas pertanian terdampak signifikan akibat kemarau panjang dan cuaca panas yang ekstrem. Komoditas pertanian padi, jagung dan sayur-sayuran mengalami kekurangan air,” kata Lita Handini saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Lita, kekurangan air juga terjadi di dalam tanah. Kondisi ini membuat tanaman kesulitan menyerap air hingga menyebabkan tanaman menguning.

Upaya petani menggunakan pompa air pun belum mampu mengatasi kekeringan. Pasalnya, sumber air yang menjadi tempat pengambilan air untuk mengairi lahan juga ikut mengering.

“Upaya penggunaan pompa air juga mengalami kendala karena sumber airnya ikut mengering,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih menunda waktu tanam hingga hujan kembali turun.

“Sehingga biasanya petani menunda waktu tanam sampai datangnya hujan,” Tutupnya.