SAMARINDA, – Kebakaran lahan kebun di kawasan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meluas hingga puluhan hektare. Petugas gabungan dan relawan harus bekerja ekstra keras karena medan terjal dan bekas galian alat berat menghambat upaya pemadaman.

 

Api yang awalnya muncul dari kawasan Sungai Manggis merembet hingga wilayah Sindangsari. Dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga jam, kobaran api terus membesar dan melahap area perkebunan.

 

Bahkan, hingga menjelang tengah malam, petugas dan relawan masih berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas.

 

Relawan Makroman, Ismail, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Sejumlah titik kebakaran berada di kawasan yang memiliki kontur tanah tidak rata dan sulit dilalui.

 

“Dalam waktu dua sampai tiga jam, api sudah semakin meluas. Kami bersama petugas dan relawan lainnya berupaya melakukan pemadaman agar kobaran tidak terus menjalar ke area kebun yang lain,” kata Ismail, saat di konfirmasi (Rabu 4/11/2026).

 

Menurut dia, kondisi lahan yang terjal dan dipenuhi bekas galian alat berat membuat petugas tidak leluasa bergerak menuju titik api.

 

“Medannya cukup berat karena banyak bekas galian alat berat. Kondisi tanahnya tidak rata, sehingga kami harus ekstra hati-hati ketika menuju lokasi yang terbakar,” ujarnya.

 

Petugas berjibaku hingga tengah malam

 

Sejumlah petugas gabungan dan relawan dari berbagai wilayah diterjunkan untuk membantu pemadaman. Mereka berupaya menjangkau titik-titik api yang tersebar di area perkebunan.

 

Meski akses menuju sumber air relatif lebih mudah, kondisi medan tetap menyulitkan proses pemadaman. Petugas harus mengatur pergerakan dan memastikan upaya penanganan dapat menjangkau area yang terbakar.

 

Ismail mengatakan, ketersediaan akses air memang membantu petugas. Namun, hal tersebut belum sepenuhnya mengatasi kendala karena lokasi kebakaran memiliki medan yang sulit ditembus.

 

“Untuk sumber air relatif lebih mudah dijangkau. Tetapi tantangannya tetap pada kondisi lahan. Kami harus berupaya menjangkau titik api satu per satu supaya kebakaran bisa dikendalikan,” katanya.

 

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengutamakan pengendalian api agar tidak merembet ke area perkebunan lainnya.

 

Hingga menjelang tengah malam, petugas dan relawan masih berada di lokasi untuk mengendalikan kebakaran.

 

“Kami terus berupaya memadamkan api dan melokalisasi titik kebakaran. Harapannya, api tidak semakin meluas dan tidak merembet ke lahan kebun lainnya,” tutur Ismail.

 

Luasnya area yang terbakar, kondisi tanah yang terjal, serta banyaknya bekas galian alat berat menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran lahan di Makroman tersebut.