BERAU, IT-NEWS.ID – Berkurangnya titik bak amrol sampah di sejumlah kawasan Kabupaten Berau dikeluhkan masyarakat. Selain harus mencari lokasi pembuangan yang lebih jauh.
Salah satu warga Berau, Aya, mengaku kesulitan menemukan bak sampah saat hendak membuang sampah di ruang publik. Menurutnya, lokasi penempatan bak sampah yang kini semakin jauh membuat masyarakat kesulitan menjangkaunya.
“Awalnya sempat ada di Jalan HJ Isa, sekarang dipindah jauh sekali ke Jalan Ma’arif. Orang jadi malas. Harusnya ada lahan yang disediakan di lokasi yang mudah dijangkau. Tidak heran kalau banyak yang akhirnya membuang sampah di pinggir jalan,” keluhnya, Sabtu (07/11/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah, dan Limbah B3 DLHK Berau, Irwadi Ahmadi Siregar, ST, ME, membenarkan bahwa jumlah titik bak amrol saat ini memang berkurang.
Ia menjelaskan sebagian besar bak amrol yang sebelumnya berada di sejumlah kawasan telah direlokasi dengan mempertimbangkan estetika kota.
“Banyak bak-bak amrol memang, titik-titik amrol itu memang sekarang berkurang. Karena dari segi estetika kota, estetika kota sudah tidak bagus, sudah tidak bagus penempatannya, sehingga kita kurangi, kita relokasi ke tempat yang tidak mengganggu estetika kota itu sebenarnya,” jelasnya.
Ia menyebut, beberapa lokasi yang dahulu memiliki bak amrol di antaranya Jalan Pulau Sambit dan kawasan Mangga 3. Meski jumlah titik berkurang, Irwadi mengatakan pengurangan secara keseluruhan tidak sampai lima titik karena sebagian besar hanya dipindahkan.
Terkait keluhan bak amrol yang cepat penuh, Irwadi mengatakan DLHK menilai jumlah fasilitas yang tersedia saat ini masih mencukupi. Karena itu, upaya yang akan dioptimalkan adalah menambah frekuensi pengangkutan sampah atau ritasi.
“Kalau masalah jumlah, kami rasa sekarang itu masih cukup. Tinggal bagaimana kita menambah ritasi untuk pengangkutannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika sebelumnya pengangkutan dilakukan satu kali sehari, frekuensinya dapat ditambah menjadi dua kali sehari untuk menyesuaikan volume sampah yang masuk ke bak amrol.
Selain itu, DLHK juga tidak berencana berfokus pada penambahan bak amrol. Ke depan, pihaknya mengupayakan penyediaan fasilitas pengolahan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) maupun transfer depo yang dilengkapi fasilitas pengolahan.
“Kita ke depannya itu tidak mengharapkan penambahan bak amrol. Tapi kita mengupayakan ada fasilitas pengolahan,” tuturnya.
Irwadi juga mengingatkan masyarakat agar tetap membuang sampah pada tempat yang telah disediakan meskipun lokasinya tidak selalu dekat dengan kawasan permukiman.

