BERAU – Permasalahan fasilitas pendukung jalan di Kabupaten Berau kembali mencuat setelah sejumlah rambu lalu lintas dilaporkan rusak dan hilang. Kondisi ini diduga diperparah oleh aktivitas proyek di lapangan yang mengesampingkan keberadaan rambu-rambu tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Aidil Hamka, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi pencabutan rambu lalu lintas secara sepihak oleh oknum pelaksana proyek.
“Terkait rambu rusak itu sepertinya dicabut oleh proyek borongan,” ujar Aidil saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).
Menyikapi hal tersebut, Bidang Lalu Lintas mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan aset daerah yang masih tersisa.
Rambu-rambu yang ditemukan dalam kondisi rusak atau telah tercabut akan segera dievakuasi ke kantor untuk mencegah kehilangan aset yang lebih luas.
“Langkah solusinya, rambu yang rusak akan kami amankan di kantor sambil menunggu pengajuan dana rehabilitasi rambu,” jelasnya.
Upaya ini dilakukan agar material rambu tetap terjaga dan dapat diperbaiki kembali di masa mendatang.
Lebih lanjut, Aidil membeberkan kondisi memprihatinkan terkait ketersediaan anggaran pemeliharaan fasilitas lalu lintas. Ia menyebutkan bahwa selama dua tahun terakhir, tidak ada alokasi dana yang dikucurkan untuk perbaikan sarana prasarana lalu lintas di Berau.
Kekosongan anggaran ini diakui sebagai imbas dari kebijakan penghematan keuangan daerah yang sedang berjalan.
“Bahkan sudah dua tahun belum ada anggaran untuk rehab lalin. Perihal ini merupakan dampak dari efisiensi,” tambahnya.
Meskipun menghadapi kendala finansial, pihak Dishub tetap melakukan langkah-langkah administratif.
Fokus utama saat ini adalah melakukan pendataan menyeluruh terhadap aset-aset yang perlu mendapatkan penanganan serius.
“Akan kami amankan sementara waktu ke kantor untuk rambu-rambu yang rusak. Akan kita inventarisasi sembari menunggu dana rehabilitasi lalin tersedia,” tutur Aidil menutup keterangannya.
Langkah inventarisasi ini diharapkan dapat menjadi dasar kuat dalam pengajuan anggaran pada periode berikutnya.
Dengan data yang akurat, diharapkan prioritas rehabilitasi rambu dapat segera terealisasi demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di Tanjung Redeb. (akti)

