BERAU – Janji politik pasangan Bupati Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis untuk membangun sirkuit balap motor di Kabupaten Berau dinilai publik layaknya “prank” belaka. Fasilitas olahraga yang kerap digaungkan saat kampanye tersebut dipastikan kembali jalan di tempat. Pasalnya, meski dokumen perencanaan diklaim telah rampung, anggaran untuk pembangunan fisik justru nihil dalam APBD murni Tahun Anggaran 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Berau, Risdauli Sinaga, membenarkan bahwa cetak biru atau perencanaan sirkuit sebenarnya telah rampung menggunakan anggaran tahun lalu.

“Kalau perencanaannya untuk sirkuit sudah ada dokumennya. Itu kan yang perencanaan di (APBD) Perubahan tahun 2025 kemarin sudah ada,” ujar Risdauli saat diwawancara, Senin (8/6/2026).

Namun, cetak biru tersebut dipastikan hanya akan menjadi pajangan di meja birokrasi untuk waktu yang belum ditentukan. Risdauli menegaskan, plot dana untuk eksekusi fisik proyek ini sama sekali tidak mengucur pada APBD murni tahun ini.

Pihak Dispora bahkan tidak berani menggaransi apakah mega proyek bagi pencinta otomotif ini akan kebagian jatah di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) / APBD Perubahan 2026, atau justru sengaja dilempar ke tahun 2027.

“Untuk tahun ini, anggaran tahun 2026 ini belum tahu kita. Yang murninya belum ada. Bukan kita mengatakan anggarannya belum pasti, tapi memang belum ada untuk murninya di tahun 2026. Kemarin pas di DPA-nya (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) belum ada,” jelasnya.

Mandeknya proyek yang sangat dinantikan publik ini memicu pertanyaan besar terkait komitmen politik kepala daerah. Terlebih, janji ini kerap dijual ke masyarakat sebagai program unggulan. Menanggapi hal itu, Dispora Berau melempar bola panas regulasi anggaran ke Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau.

“Kalau mengenai anggaran kan yang tahu pasti di Bapelitbang. Tapi kalau untuk fisiknya tahun ini, di DPA memang belum ada,” tambahnya.

Sebagai perpanjangan tangan teknis, Dispora Berau mengaku hanya bisa pasrah dan sebatas menyodorkan kembali draf usulan anggaran agar proyek ini tidak selamanya menjadi proyek “hantu”.

“Ya, kita paling yang mengusulkan di tahun 2026 ini supaya ada (anggarannya). Itu saja,” pungkas Risdauli.

Untuk diketahui, pembangunan sirkuit balap merupakan salah satu jualan politik utama pasangan Sri Juniarsih dan Gamalis demi menggaet suara pemuda di Bumi Batiwakkal.

Fasilitas ini awalnya diproyeksikan sebagai wadah resmi atlet lokal sekaligus solusi konkret menyontek maraknya aksi balap liar yang meresahkan. Namun dengan rapor merah anggaran fisik di APBD murni 2026, realisasi janji tersebut sah kembali masuk kotak.