BERAU — Fenomena kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai menimbulkan keresahan masyarakat. Kondisi yang telah berlangsung hampir sebulan lebih ini dinilai bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah mengganggu aktivitas warga dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan.
Kemarau dan kondisi kering yang berkepanjangan membuat kepulan asap masih terlihat di sejumlah kawasan. Masyarakat pun harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kualitas udara yang dinilai semakin tidak nyaman.
Salah seorang warga, Anto, meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum tidak berhenti pada kegiatan peninjauan atau pemantauan di lapangan. Menurutnya, diperlukan tindakan nyata dan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.
“Saya berharap pemerintah dan aparat jangan hanya melakukan peninjauan di lapangan. Harus ada tindakan tegas kepada pelaku pembakaran. Kalau hanya ditinjau terus, sama saja dibiarkan. Dampaknya sampai sekarang kabut asap semakin tebal,” keluh Anto.
Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan langkah serius dan terukur. Sebab, semakin lama kabut asap bertahan, semakin besar pula kekhawatiran masyarakat terhadap dampaknya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Dampak kabut asap juga mulai dirasakan sektor ekonomi masyarakat. Joko, salah seorang pelaku UMKM, mengaku aktivitas jualannya mengalami penurunan sejak kondisi kabut asap semakin pekat.
Menurutnya, sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah karena kondisi udara yang kurang baik. Situasi tersebut secara langsung berpengaruh terhadap jumlah pelanggan dan pendapatan pelaku usaha kecil.
“Sekarang jualan terasa sepi. Banyak masyarakat memilih berada di rumah karena kondisi kabut asap. Kami berharap keadaan Kabupaten Berau yang sedang tidak baik-baik saja ini bisa segera pulih,” ujar Joko.
Kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah dan pihak terkait agar penanganan kabut asap tidak hanya berorientasi pada pemantauan, tetapi juga menyentuh akar persoalan.
Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa sumber-sumber pembakaran ditangani secara serius, sementara upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan harus diperkuat.
Kabut asap yang berlangsung berlarut-larut bukan hanya membuat jarak pandang dan aktivitas warga terganggu, tetapi juga berpotensi menekan perekonomian masyarakat kecil.
Kini, warga menunggu langkah konkret. Bukan sekadar turun ke lapangan, melainkan tindakan nyata untuk menghentikan sumber asap dan memastikan masyarakat Berau dapat kembali menghirup udara yang aman. (ZENN)

