SAMARINDA – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Sepakat RT 07, Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Rabu (17/6/2026) siang.

Dalam waktu singkat, api melahap lima bangunan milik warga dan menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal.

Kobaran api yang disertai asap hitam pekat membuat suasana di lokasi kejadian berubah panik. Warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan mengevakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan sebelum api semakin membesar.

Berdasarkan informasi di lapangan, api pertama kali terlihat dari salah satu bangunan di kawasan permukiman tersebut. Karena sebagian besar rumah terbuat dari material kayu dan berdiri berdekatan, api dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari jaringan listrik saat kobaran api mulai membesar.

“Saat api mulai besar terdengar beberapa kali suara ledakan. Setelah itu api langsung cepat menyebar ke rumah-rumah yang ada di sebelahnya,” ujar Abdul Muis, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Menurutnya, warga berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kami hanya bisa menyelamatkan barang yang sempat dibawa keluar. Api terlalu cepat membesar,” katanya.

Puluhan petugas pemadam kebakaran bersama relawan dari berbagai organisasi kebencanaan kemudian dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena kondisi api yang sudah membesar serta hembusan angin yang mempercepat penyebaran kobaran api.

Petugas harus bekerja keras melokalisasi api agar tidak merambat ke permukiman lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Pendinginan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra, mengatakan berdasarkan pendataan sementara terdapat lima bangunan yang mengalami kerusakan berat akibat kebakaran tersebut.

“Data sementara yang kami terima, empat rumah tunggal dan satu bangunan bangsalan empat pintu hangus terbakar. Saat ini kami masih melakukan pendataan lanjutan bersama pihak terkait,” ujarnya.

Hendra memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar dan menguasai bangunan.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun dampak sosial yang ditimbulkan cukup besar karena banyak warga yang kehilangan tempat tinggal,” katanya.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 14 kepala keluarga (KK) atau sekitar 56 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Sebagian warga kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun lokasi penampungan sementara sambil menunggu bantuan dan pendataan dari pemerintah.

Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga kehilangan berbagai harta benda dan dokumen penting yang tidak sempat diselamatkan saat kebakaran terjadi.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Petugas kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan sumber api yang memicu kebakaran tersebut.

Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap kebutuhan para korban terdampak untuk penyaluran bantuan darurat.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk, terutama yang didominasi bangunan berbahan kayu dan memiliki jarak antarrumah yang sangat dekat.