BERAU – Guna mengantisipasi peredaran barang-barang terlarang dan memetakan deteksi dini gangguan keamanan, jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb menggelar razia mendadak di seluruh kamar hunian warga binaan pada Sabtu (20/6/2026)
Operasi pembersihan yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Tanjung Redeb, Rian Permana, ini dimulai sejak pukul 05.00 WITA. Langkah taktis ini sengaja diambil guna menyasar waktu-waktu rawan di mana aktivitas pengawasan biasanya melonggar.
Menariknya, sebelum menyisir area blok hunian yang masih gelap, seluruh petugas rutan terlebih dahulu diwajibkan berkumpul sejak pukul 04.30 WITA. Mereka melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah dan apel pengarahan untuk mematangkan strategi penggeledahan agar tidak kebocoran informasi.
Satu per satu fasilitas, sudut ruangan, hingga barang-barang pribadi milik warga binaan diperiksa secara ketat oleh petugas yang dibagi ke beberapa blok.
Razia ini menyasar benda-benda selundupan yang berpotensi memicu kerawanan di dalam rutan, seperti senjata tajam, alat komunikasi ilegal, hingga jaringan narkoba.
Petugas menyisir area loker, kolong tempat tidur, hingga ventilasi kamar hunian secara jeli. Setiap barang yang dinilai menyalahi standar operasional prosedur langsung disita untuk didata dan dimusnahkan guna meminimalisir potensi konflik antar-warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, menegaskan bahwa pemilihan waktu razia pada dini hari dan saat fajar merupakan langkah taktis yang sengaja dilakukan untuk memastikan efektivitas pengawasan di lapangan secara nyata.
“Razia yang dilaksanakan sejak dini hari ini merupakan bagian dari deteksi dini yang harus dilakukan secara konsisten guna menjaga keamanan dan ketertiban tetap kondusif,” tegas Rian saat dikonfirmasi usai memimpin langsung jalannya penggeledahan, Sabtu (20/6/2026).
Meskipun penggeledahan dilakukan secara mendadak dan menyeluruh saat para warga binaan baru terbangun, pihak rutan mengklaim proses pemeriksaan berjalan kondusif tanpa adanya gejolak fisik.
“Razia serupa secara berkala, baik secara rutin maupun insidental (mendadak),” pungkas Rian.
Para tahanan dan narapidana dinilai cukup kooperatif mengikuti instruksi petugas untuk keluar kamar saat penggeledahan berlangsung.
“Operasi preventif ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Berdasarkan evaluasi dari hasil penggeledahan fajar tersebut, manajemen Rutan Tanjung Redeb ke depan akan memperketat pengawasan fisik di area blok dan menjadwalkan razia serupa secara berkala, baik secara rutin maupun insidental (mendadak), demi memastikan lingkungan rutan benar-benar steril dari barang penyelundupan “ Jelas Rian.

