SIDOARJO – Upaya memperkuat kualitas kepemimpinan kader terus dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Salah satunya melalui keikutsertaan Sekretaris Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur, Mupit Datusahlan, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) XI yang diselenggarakan Pimpinan Pusat GP Ansor di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 7–12 Juli 2026.

Pelatihan yang mengusung tema “Membentuk Pemimpin Gerakan Berintegritas, Berwawasan, dan Responsif” itu menjadi ajang kaderisasi tertinggi GP Ansor. Ratusan kader terbaik dari berbagai provinsi berkumpul untuk memperdalam kapasitas kepemimpinan, memperkuat ideologi kebangsaan dan ke-NU-an, serta membangun jejaring nasional dalam menghadapi tantangan organisasi di masa depan.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan kartu tanda peserta kepada seluruh kader. Momen tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol dimulainya proses pembentukan pemimpin-pemimpin muda yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi organisasi maupun masyarakat.

Bagi GP Ansor Kalimantan Timur, keikutsertaan Dr. Mupit Datusahlan merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang adaptif, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat nasional.

Sekretaris Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur, Mupit Datusahlan, mengatakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional bukan hanya ruang belajar mengenai organisasi, melainkan juga tempat membangun karakter, memperluas perspektif, serta mempererat jejaring antarkader dari seluruh Indonesia.

“PKN bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang pembentukan karakter, visi kepemimpinan, dan jejaring nasional. Bekal yang diperoleh di sini akan menjadi modal penting untuk memperkuat gerakan GP Ansor di Kalimantan Timur agar semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Menurut Mupit, tantangan yang dihadapi organisasi kepemudaan saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Karena itu, kader Ansor dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis, memahami perubahan sosial, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kader Ansor tidak cukup hanya memiliki loyalitas terhadap organisasi. Mereka juga harus mampu membaca perubahan sosial, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi strategis yang disampaikan tokoh nasional, akademisi, dan praktisi. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan transformasional, manajemen organisasi modern, pengembangan sumber daya manusia, wawasan kebangsaan, penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, hingga strategi menghadapi tantangan nasional dan global.

Selain pembelajaran di kelas, PKN XI juga menjadi ruang bertukar pengalaman antarkader dari berbagai daerah. Melalui forum tersebut, peserta diharapkan mampu membangun sinergi dan melahirkan gagasan-gagasan baru untuk memperkuat peran GP Ansor di tengah masyarakat.

Mupit berharap seluruh ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti PKN XI dapat dibawa pulang ke Kalimantan Timur sebagai bekal memperkuat kaderisasi dan konsolidasi organisasi.

“Kami ingin hasil pelatihan ini tidak berhenti pada tataran teori. Semua pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh akan kami implementasikan dalam proses kaderisasi, penguatan organisasi, dan pengembangan program yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Ia menambahkan, GP Ansor memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan dan menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

Keikutsertaan Sekretaris Wilayah GP Ansor Kalimantan Timur dalam PKN XI diharapkan menjadi energi baru bagi organisasi di Benua Etam. Melalui penguatan kapasitas kepemimpinan dan jejaring nasional, GP Ansor Kaltim optimistis dapat melahirkan kader-kader yang berintegritas, visioner, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi umat, daerah, dan Indonesia.

“Semoga PKN XI menjadi titik lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang mampu membawa GP Ansor semakin maju, semakin kuat, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas. Mupit Datusahlan.