BERAU – Terkait pemadaman listrik secara bergilir di wilayah kerja PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau, PT PLN sebut masih dalam tahap perbaikan. Kini dengan belum adanya jaminan tertulis atau kepastian konkret agar pemadaman tersebut tidak berujung menjadi agenda rutin mingguan maupun bulanan.
Mengenai kepastian tertulis tersebut, Manager PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan Yusup, tidak memberikan pernyataan mengenai dokumen jaminan formal. Dirinya justru menyatakan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah pada langkah teknis di lapangan.
“Saat ini seluruh upaya perbaikan tengah dilakukan secara intensif oleh pihak yang berwenang agar sistem kelistrikan dapat kembali beroperasi secara optimal secepat mungkin,” kata Rizki Rhamdan Yusup saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Penjelasan dari pihak PLN UP3 Berau ini dinilai belum menjawab secara pasti mengenai potensi pemadaman berkala. Manajemen PLN lebih memilih untuk memaparkan fokus internal organisasi yang sedang berjalan dalam menangani situasi krisis kelistrikan tersebut.
Rizki menegaskan bahwa dalam proses penanganan gangguan saat ini, pihaknya memiliki beberapa parameter utama yang harus dipenuhi oleh tim teknis di lapangan. Percepatan durasi pengerjaan diklaim tetap berjalan beriringan dengan standar prosedur yang ketat.
“Fokus utama kami adalah mempercepat proses pemulihan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, dan keandalan sistem,” ujar Rizki menambahkan.
Meskipun manajemen PLN telah menguraikan prioritas kerjanya, ketiadaan komitmen tertulis yang spesifik mengenai batasan waktu atau garansi bebas pemadaman di bulan-bulan mendatang tetap memicu sorotan. Jawaban normatif yang disampaikan dinilai belum memberikan ketenangan jangka panjang bagi sektor domestik dan usaha.
Hingga saat ini, manajemen PLN UP3 Berau terpantau masih berpegang pada komitmen normatif pemulihan sistem secara menyeluruh. Belum ada pernyataan lanjutan yang merinci apakah ada klausul atau regulasi internal yang bisa menjamin pemadaman ini segera berakhir secara permanen.
“Saat ini seluruh upaya perbaikan tengah dilakukan secara intensif oleh pihak yang berwenang agar sistem kelistrikan dapat kembali beroperasi secara optimal secepat mungkin,” tutur Rizki mengulangi komitmen penanganan tersebut.
Dengan situasi yang masih dinamis, Berau kini hanya bisa memantau realisasi dari janji percepatan pemulihan sistem kelistrikan yang tengah diproses oleh PLN.

