BERAU – Setelah sempat ditiadakan pada tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Berau memastikan Berau Expo kembali masuk agenda tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan seiring tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang selama ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, memastikan agenda tahunan tersebut akan kembali dilaksanakan tahun ini.
“Insya Allah ada, tahun ini sih ada anggarannya, bisa kita laksanakan. Kita koordinasi dulu dengan Bupati,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Meski anggaran telah tersedia, besaran dana yang digunakan kemungkinan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Nanang menyebut konsep pelaksanaan tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika mengacu pada pelaksanaan tahun 2024, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp3 miliar, sehingga besaran tahun ini diperkirakan masih berada pada kisaran yang sama meski terbuka kemungkinan adanya penyesuaian.
“Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mungkin ada pengurangan kita sesuaikan keadaan di lapangan,” katanya.
Berau Expo selama ini diposisikan sebagai etalase pembangunan daerah yang menampilkan berbagai potensi unggulan. Pemerintah berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
Menurut Nanang, sektor-sektor seperti pariwisata, perkebunan, pertanian, dan perikanan masih menjadi potensi utama yang akan ditampilkan kepada publik dan calon investor. Ia menilai posisi geografis Berau yang berada di kawasan perbatasan Kalimantan Timur juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi investasi.
“Bagaimanapun Kabupaten Berau secara geografis daerahnya daerah perbatasan, kita harapkan juga beberapa investor-investor bisa masuk ke Berau lah,” jelasnya.
Meski demikian, keberhasilan menarik investor tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan pameran tahunan. Ketersediaan infrastruktur, kemudahan perizinan, kepastian regulasi, hingga kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor yang sering kali lebih menentukan keputusan investasi dibandingkan kegiatan promosi semata.
Karena itu, promosi harus dilakukan secara lebih masif sebelum acara berlangsung agar jangkauan peserta dan pengunjung tidak hanya terbatas pada masyarakat lokal. Bahkan, pemerintah membuka peluang bagi pelaku usaha dan investor dari luar daerah untuk ikut memperkenalkan produk maupun peluang bisnis mereka di Berau.
“Targetnya kita target ke depan bagi orang-orang luar bisa masuk ke sini,” jawabnya.
Di sisi lain, pemerintah tetap meyakini Berau Expo memiliki dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi peserta utama kegiatan tersebut. Selain sebagai sarana hiburan masyarakat, expo diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi selama pelaksanaan acara berlangsung.
“Ini kan ditunggu-tunggu masyarakat luas bagaimana pun efek positifnya sangat besar sekali. Intinya itu bagaimana roda perekonomian, investasi Kabupaten Berau bisa lebih meningkat lagi,” tutupnya.

