Samarinda— Minimnya partisipasi putra daerah dalam seleksi direksi Bankaltimtara menjadi sorotan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.
Ia menyebut, proses seleksi telah dibuka secara terbuka tanpa batasan wilayah. Namun, jumlah pelamar dari daerah dinilai masih rendah.
“Sudah dibuka secara umum, tapi putra daerah yang mendaftar tidak banyak,” ujarnya.
Rudy menegaskan, seluruh kandidat memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi kriteria profesionalitas, akuntabilitas, dan kompetensi.
Meski ada putra daerah yang ikut mendaftar, tidak semuanya lolos dalam tahapan seleksi yang dilakukan panitia seleksi (pansel).
“Ini proses profesional, berbasis penilaian. Jadi tidak semua bisa lolos,” katanya.
Di tengah proses seleksi, Pemprov Kaltim juga tengah mempercepat pergantian Direktur Utama dan sejumlah posisi direksi lainnya di Bankaltimtara.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki kinerja dan tata kelola perusahaan.
Sejumlah nama kandidat telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk untuk posisi Direktur Utama dan jajaran direksi lainnya.
Pergantian juga direncanakan mencakup posisi Komisaris Utama Independen sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap manajemen.
Usulan nama calon direksi tersebut telah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 di Balikpapan pada awal Maret 2026.
Rudy berharap ke depan lebih banyak putra daerah yang mampu meningkatkan kapasitas agar bisa bersaing di posisi strategis.
“Ini bank besar, jadi yang mengelola harus orang yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.(*)

