Samarinda – Kebakaran hebat melanda sebuah sekolah menengah pertama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu siang. Sedikitnya delapan ruang kelas dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Beruntung, saat kejadian kondisi sekolah tengah kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa kebakaran terjadi di SMP Negeri 2 Samarinda yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Samarinda Ilir. Kobaran api yang cukup besar membuat kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyelimuti area sekitar sekolah, sehingga sempat menarik perhatian warga.

Saat kebakaran terjadi, sejumlah guru dan murid yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan barang-barang milik sekolah yang masih bisa diamankan. Mereka berjibaku mengeluarkan peralatan belajar dan dokumen penting dari ruang kelas yang belum terdampak api.

Kepala SMPN 2 Samarinda, Mas Ridianto, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat berasal dari bagian atap ruang kelas di lantai dua. Ia menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, mengingat saat kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar di dalam kelas.

“Api awalnya terlihat dari atas, di bagian atap lantai dua. Kemungkinan besar karena korsleting listrik, karena memang tidak ada kegiatan di kelas saat itu,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, sebanyak delapan ruang kelas mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan. Meski kerugian material cukup besar, pihak sekolah memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Sebanyak tiga posko pemadam dan enam unit mobil tangki dikerahkan untuk menjinakkan api yang terus membesar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, Hendra, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan. Petugas juga memastikan tidak ada titik api tersisa untuk mencegah kebakaran susulan.

“Kurang lebih satu jam proses pemadaman hingga api benar-benar padam. Kami turunkan enam unit mobil tangki dan tiga posko untuk mempercepat penanganan,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di SMPN 2 Samarinda dipastikan akan terganggu sementara waktu akibat kerusakan yang ditimbulkan.

Pihak sekolah berharap adanya bantuan dan penanganan cepat agar proses belajar siswa dapat segera kembali normal.