TANJUNG SELOR – Warga dibuat resah setelah tiket penerbangan menuju Tarakan, Kalimantan Utara, sulit didapat dalam sepekan terakhir. Kondisi ini terjadi pada sejumlah rute dari kota besar seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Berdasarkan pantauan, calon penumpang tidak menemukan tiket baik melalui aplikasi pemesanan online maupun agen perjalanan. Tarakan sendiri dikenal sebagai pintu utama akses menuju wilayah Kalimantan Utara, sehingga kekosongan tiket ini berdampak luas.

Salah satu calon penumpang, Yunita, mengaku kesulitan mendapatkan tiket sejak akhir Maret 2026. Ia bahkan sempat mengungkapkan keluhannya di media sosial.

“Kami sudah cari tiket beberapa hari, tapi semuanya kosong. Padahal saya harus pulang ke Tanjung Selor untuk acara keluarga,” ujarnya.

Setelah berusaha selama beberapa hari, Yunita akhirnya mendapatkan tiket untuk keberangkatan 2 April 2026. Ia pun berhasil tiba di Tarakan dan bertemu keluarganya.

Menurut Yunita, tingginya permintaan menjadi salah satu penyebab tiket sulit diperoleh. Hal ini terlihat dari kondisi pesawat yang penuh selama penerbangan.

“Pesawatnya penuh. Bahkan sempat berputar sekitar 15 menit sebelum mendarat karena hujan deras,” jelasnya, baru-baru ini.

Sementara itu, hingga 9 April 2026, tiket rute Jakarta–Tarakan masih belum tersedia dan baru kembali muncul untuk keberangkatan mulai 10 April 2026. Kondisi serupa juga terjadi pada rute dari beberapa kota lainnya.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartato melalui Staf Humasnya, Florens membenarkan, adanya kekosongan tiket pada periode 3 hingga 9 April 2026.

“Kekosongan tiket terjadi karena tingginya jumlah penumpang, sehingga banyak penerbangan dalam kondisi penuh,” jelasnya, Jumat (4/4).

Ia menambahkan, lonjakan penumpang dipicu oleh arus balik Lebaran serta libur Tri Hari Suci Kristiani yang terjadi dalam waktu bersamaan.

Meski demikian, pihak bandara memastikan operasional penerbangan secara umum masih berjalan normal, dengan rata-rata sekitar 480 penerbangan per bulan.

Terkait isu kenaikan harga avtur, Florens menegaskan bahwa hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kondisi ini.

“Secara keseluruhan, ini murni karena tingginya permintaan saat libur panjang, bukan karena gangguan operasional,” tegasnya.

Masyarakat berharap maskapai dapat menambah jumlah penerbangan atau kapasitas kursi agar akses menuju Kalimantan Utara kembali lancar. (Lia)