TANJUNG SELOR – Sebanyak 38 Pejabat Tinggi Pratama (JPT) atau setara Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara mengikuti uji kesesuaian jabatan atau job fit sebagai bagian dari evaluasi kinerja, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menyasar para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kepala biro guna mengukur kompetensi serta kesiapan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Pelaksanaan uji kompetensi tersebut berlangsung di Laboratorium Computer Assisted Test (CAT) yang berada di lantai satu Kantor Gubernur Kalimantan Utara.

Terlihat para peserta mengenakan seragam putih dan mengikuti setiap tahapan dengan serius sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan evaluasi kinerja.

Salah satu peserta, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Syaiful Bachry, menyampaikan bahwa dirinya bersama pejabat lainnya mengikuti rangkaian uji kompetensi yang telah dijadwalkan.

“Ya, kami mengikuti uji kompetensi ini sejak kemarin hingga 29 April mendatang. Kemudian pada 30 April akan menunggu pengumuman dari panitia seleksi. Hasilnya nanti akan diajukan ke gubernur, apakah ada mutasi atau tidak, itu menjadi kewenangan gubernur,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara, Denny Hariyanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh puluhan pejabat, dengan rincian 38 orang mengikuti uji kompetensi dan tiga orang menjalani evaluasi kinerja.

Ia juga menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa peserta yang belum mengikuti tahapan ujian, namun telah menyampaikan laporan resmi dan akan dijadwalkan ulang.

“Hari ini ada sebagian yang tidak ikut, tapi sudah melapor. Nanti kita jadwalkan pada hari Jumat dan Sabtu untuk sesi wawancara. Saya menghimbau agar semuanya mengikuti sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Denny menegaskan bahwa uji kompetensi ini bukan sekadar penilaian formal, melainkan sebagai sarana refleksi dan pengembangan diri bagi para pejabat.

“Uji kompetensi ini bukan tentang benar atau salah, melainkan bagaimana kita menggali diri apa yang sudah dilakukan, apa yang disiapkan, dan apa yang akan diperbuat untuk Kalimantan Utara,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil akhir dari proses job fit akan dirangkum oleh panitia seleksi dan dilaporkan kepada gubernur sebagai pembina kepegawaian. Hasil tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, termasuk kemungkinan rotasi atau mutasi jabatan.

“Output job fit ini akan dilaporkan kepada gubernur. Jika hasil akumulasi dinilai kurang baik, tentu akan berpengaruh terhadap jabatan,” jelas Denny.

Meski demikian, ia tetap optimistis seluruh peserta memiliki semangat baru dalam membangun daerah.

“Saya optimis semua hasil job fit ini akan melahirkan semangat baru untuk membangun Kalimantan Utara,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaan uji kompetensi ini, tim asesor yang terlibat antara lain Suriansyah, Prof. Daud, Dr. Jaka, Muhammad Andi Taufik, serta Yuni dari Inspektorat, yang turut melakukan evaluasi terhadap kinerja para pejabat. (Lia)