JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri dalam reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan Keputusan Presiden oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara.
Pelantikan ini merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026 yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan pejabat negara dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Dalam keputusan tersebut, Presiden menetapkan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Selain itu, Hanif Faisal Nurofik dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pada posisi strategis lainnya, Presiden menunjuk Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, serta Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Sementara itu, Hasan Nasbi dipercaya mengemban tugas sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Adapun Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Usai pembacaan keputusan, para pejabat menjalani pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden. Dalam sumpah tersebut, para pejabat menyatakan kesetiaan kepada Undang-Undang Dasar 1945 serta komitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para pejabat yang baru dilantik, disaksikan langsung oleh Presiden dan jajaran undangan. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden dan Wakil Presiden kepada para pejabat.
Dalam pernyataan usai pelantikan, Jumhur Hidayat menegaskan komitmennya untuk memperkuat kebijakan lingkungan hidup, termasuk penanganan persoalan sampah dan penyesuaian standar lingkungan dengan kesepakatan global.
“Ke depan kita akan fokus pada isu-isu mendasar seperti pengelolaan sampah dan mengikuti standar global secara bertahap,” ujarnya.
Sementara itu, Abdul Kadir Karding menyoroti pentingnya penguatan fungsi karantina dalam mencegah masuknya penyakit dari luar negeri, baik pada hewan maupun tumbuhan, tanpa menghambat arus ekspor-impor.
“Kita harus memperketat pengawasan, tetapi tetap menjaga agar aktivitas ekonomi tidak terganggu,” katanya.
Di sisi lain, Dudung Abdurachman menyatakan akan mengoptimalkan peran Kantor Staf Presiden sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, termasuk membuka akses pengaduan publik secara luas.
Adapun Muhammad Qodari menilai tantangan komunikasi pemerintah ke depan semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya media sosial yang turut membentuk opini publik.
“Tugas komunikasi ini berat karena program pemerintah sangat besar dan harus dipahami masyarakat secara utuh,” ujarnya.
Hasan Nasbi menambahkan, dirinya akan fokus pada penguatan strategi komunikasi pemerintah agar pesan-pesan kebijakan dapat tersampaikan secara efektif dan mampu menangkal informasi yang tidak tepat di ruang publik.
Presiden Prabowo dalam arahannya menegaskan pentingnya kemandirian bangsa, terutama dalam sektor pangan dan energi. Ia juga menekankan bahwa pemerintah harus tetap berada di jalur yang berorientasi pada keadilan sosial, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

