Berau – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau mulai mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga November 2026 dengan mengevaluasi saluran irigasi dan menyiapkan bantuan pompa air di sejumlah wilayah sentra padi seperti Tasuk, Labanan, Semurut, dan Buyung-Buyung.
Kepala DTPHP Kabupaten Berau, Lita Handini mengatakan, langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kemarau panjang yang dikhawatirkan mengganggu musim tanam petani.
“Prediksi BMKG ini kemarau panjang sampai November. Kekhawatirannya tentu petani tidak bisa menanam padi karena kekurangan air,” ujarnya saat ditemui It-news.id, Kamis (07/05/2026)
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah titik irigasi yang membutuhkan optimalisasi maupun perbaikan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.
“Nah yang perlu perbaikan saluran irigasi, terus perlu pompa dan sebagainya sudah kami usulkan ke pusat,” ungkapnya.
Selain perbaikan jaringan irigasi, DTPHP juga menyiapkan pompa air cadangan yang dapat didistribusikan ke kampung-kampung apabila terjadi kekurangan fasilitas pengairan.
“Kalau ada kampung yang ternyata butuh pompa tambahan, nanti bisa kita drop sementara dari tempat lain,” jelasnya.
Lita menyebut sebagian besar wilayah sentra produksi padi di Berau sebenarnya sudah memiliki pompa masing-masing. Namun pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi tambahan untuk menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga disebut memiliki sejumlah program bantuan penanganan dampak musim kemarau yang saat ini sedang diusulkan oleh Pemkab Berau.
“Memang ada paket bantuan dari pusat untuk kondisi seperti ini. Tinggal kita mengusulkan sesuai ketentuan yang ada,” pungkasnya.

