BERAU – Gelaran Berau Healing di kawasan GOR Pemuda Berau justru menyisakan kekecewaan bagi sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). mengikuti kegiatan selama 10 hari, pedagang mengaku belum merasakan dampak ekonomi yang sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan.

Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (8/11/2026) itu dinilai belum mampu mendatangkan pengunjung dalam jumlah memadai. Akibatnya, omzet pedagang jauh dari harapan, sementara biaya sewa tempat dan operasional tetap harus dibayar.

Salah seorang pedagang yang meminta disebut Rahmadi mengatakan, kondisi penjualan sudah terasa sepi sejak hari pertama kegiatan. Situasi tersebut tidak banyak berubah hingga menjelang penutupan acara.

“Dari awal pembukaan menuju akhir ini betul-betul terasa sepi. Pengunjung kurang, pembeli juga tidak banyak. Sementara kami tetap harus melunasi biaya tempat yang sudah ditentukan panitia,” ujar Rahmadi, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, beban biaya sewa menjadi persoalan tersendiri bagi pedagang. Untuk satu tenda, pelaku UMKM harus mengeluarkan sekitar Rp4,5 juta selama 10 hari kegiatan. Sementara beberapa lokasi lainnya dikenakan biaya sekitar Rp3,5 juta. Adapun pedagang kaki lima di area luar disebut membayar sekitar Rp850 ribu.

Besarnya biaya tersebut dinilai tidak sebanding dengan pemasukan yang diperoleh. Rahmadi mengaku penjualan dalam satu malam terkadang hanya berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000.

“Untuk tenda kami sementara ini Rp4,5 juta, ada juga yang Rp3,5 juta. Kalau PKL yang di lorong luar sekitar Rp850 ribu. Dengan kondisi jualan yang hanya sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per malam, tentu sangat berat,” katanya.

Konsep acara dinilai belum menarik pengunjung

Selain jumlah pengunjung yang minim, pedagang juga mempertanyakan konsep kegiatan yang dinilai terlalu berfokus pada hiburan musik DJ.

Rahmadi menilai, rangkaian acara seharusnya dibuat lebih beragam agar dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Sebab, semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang pedagang memperoleh pembeli.

“Acara ini lebih banyak DJ saja, tidak ada variasi kegiatan lain. Bahkan sampai tiga malam berturut-turut DJ, tetapi bagi kami pedagang tidak menghasilkan apa-apa,” ungkapnya.

Menurutnya, sebuah kegiatan yang melibatkan UMKM semestinya tidak hanya berorientasi pada hiburan. Penyelenggara juga perlu memikirkan bagaimana mendatangkan pengunjung dan mendorong transaksi di area pedagang.

Ia berharap penyelenggaraan berikutnya memiliki konsep yang lebih matang, termasuk variasi kegiatan, promosi, dan strategi menarik masyarakat.

“Ke depan saya harap EO bisa memperbaiki lagi. Kegiatannya dibuat lebih bagus dan lebih menarik, sehingga masyarakat mau datang dan UMKM juga bisa merasakan manfaatnya,” harap Rahmadi.

Pedagang keluhkan listrik dan promosi

Keluhan serupa disampaikan pedagang lain berinisial Pangeran. Ia menyoroti fasilitas pendukung kegiatan, terutama pasokan listrik yang disebut beberapa kali mengalami gangguan.

Menurut Pangeran, kondisi tersebut menghambat aktivitas pedagang yang membutuhkan listrik untuk menjalankan usaha. Ia bahkan menyebut sempat terjadi insiden kecil yang diduga berkaitan dengan korsleting.

“Lampu sering mati berkali-kali di lokasi acara. Sempat juga ada kejadian kecil akibat korsleting,” ungkap Pangeran.

Pangeran juga menilai promosi kegiatan perlu diperluas. Menurutnya, penyebaran informasi melalui media sosial perlu ditingkatkan agar masyarakat mengetahui rangkaian acara dan tertarik datang ke lokasi.

“Promosi melalui media sosial sepertinya masih perlu ditingkatkan. Kalau informasi kegiatan lebih luas, mungkin pengunjung yang datang juga bisa lebih ramai,” ujarnya.

Keluhan para pedagang tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana penyelenggaraan Berau Healing mampu memenuhi tujuan pemberdayaan UMKM. Sebab, kehadiran pelaku usaha dalam sebuah kegiatan tidak otomatis menghasilkan peningkatan omzet apabila jumlah pengunjung, konsep acara, promosi, dan fasilitas pendukung tidak berjalan optimal.

Para pedagang berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar kegiatan serupa ke depan tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga memberikan ruang usaha dan dampak ekonomi nyata bagi UMKM lokal.

Hingga berita ini diterbitkan, tim IT News masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak penyelenggara atau event organizer (EO) terkait keluhan pedagang, besaran biaya sewa, konsep acara, serta strategi promosi yang diterapkan. Tanggapan pihak penyelenggara akan ditambahkan setelah diperoleh.