BERAU, IT-NEWS.ID – Keluhan masyarakat mengenai token listrik prabayar yang dinilai semakin cepat habis mencuat dalam forum bersama Pemerintah Kabupaten Berau. Sejumlah warga mengaku pembelian token senilai Rp100 ribu yang sebelumnya dapat digunakan hingga sekitar satu minggu, kini hanya bertahan sekitar tiga hari.

Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN UP3 Berau, Rizki Yusup, memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik maupun perubahan dasar perhitungan listrik oleh PLN. Ia menyebut kondisi cuaca panas yang terjadi belakangan ini diduga menjadi salah satu faktor meningkatnya konsumsi listrik rumah tangga.

Penggunaan perangkat seperti AC, kipas angin, kulkas, hingga peralatan elektronik lainnya cenderung berlangsung lebih lama dibanding biasanya. Akibatnya, jumlah energi yang digunakan meningkat meskipun nominal pembelian token tetap sama.

“Mungkin terkait pola penggunaan listrik. Cuaca sekarang panas. Jadi mungkin banyak pemakaian listriknya, Pak. Tapi dari dasarnya tetap, tidak ada perubahan tarif,” jelasnya, Selasa (23/06/2026).

Menurut Rizki, hingga saat ini tarif listrik masih tetap dan tidak mengalami perubahan sejak awal tahun. Ia menegaskan bahwa PLN tidak melakukan penyesuaian tarif yang dapat menyebabkan berkurangnya jumlah kWh yang diterima pelanggan saat membeli token.

“Dari sisi PLN sampai saat ini belum ada kenaikan tarif listrik. Mungkin yang berubah adalah pola penggunaan listrik masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pasokan listrik di Berau saat ini relatif stabil sehingga masyarakat dapat menggunakan peralatan listrik tanpa banyak gangguan pemadaman. Kondisi tersebut, menurutnya, juga berpotensi membuat konsumsi listrik meningkat karena penggunaan berlangsung lebih lama dan konsisten.

“Saat ini suplai listrik alhamdulillah cukup stabil. Bisa jadi peralatan listrik digunakan hampir 24 jam,” ujarnya.

Persoalan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau di Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb, Selasa (23/6/2026. Ia mengaku sering menerima keluhan dari masyarakat. Ia menilai diperlukan sosialisasi dan keterbukaan informasi yang lebih baik agar masyarakat dapat memahami penyebab meningkatnya konsumsi listrik yang tercatat pada meter prabayar mereka.