SAMARINDA – Peristiwa kebakaran lahan yang diduga dipicu oleh kelalaian pembakaran untuk pembukaan tanah kapling memicu kekhawatiran besar bagi warga dan peternak lokal. Selain mengancam pemukiman, asap pekat dari kebakaran tersebut telah menyebabkan ratusan ekor ayam milik peternak mati secara mendadak.

 

kebakaran tersebut terjadi di kelurahan sungai siring, Kecamatan Samarinda utara, kota Samarinda, Senin(12/10/2026)

 

Genal, salah satu peternak setempat yang menjaga kandang di lokasi kejadian, menumpahkan kekhawatirannya atas musibah yang menimpa usahanya. Ia menyebutkan bahwa paparan asap tebal sangat mematikan bagi populasi ayam yang jumlahnya cukup besar.

 

“Sangat khawatir ya, apalagi populasi ayam sangat besar. Dampak asap bagi ayam itu menyebabkan banyak kematian. Kayak tadi malam itu sekitar 70 ekor mati, dan hari ini dampaknya bertambah lagi,” ujar Genal saat diwawancarai di lokasi.

 

Kematian ternak berlanjut hingga hari ini dengan jumlah yang kian meningkat. Genal mencatat sedikitnya 130 ekor ayam kembali mati akibat sesak nafas terhirup asap pekat. Total kematian mencapai lebih dari 200 ekor hanya dalam dua hari terakhir.

 

 

Warga Resah dan Sesalkan Tindakan Pembakaran Lahan

 

 

Tidak hanya peternak, warga yang bermukim di bagian depan kawasan tersebut juga menyuarakan protes keras dan merasa resah atas kepulan asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan mereka.

 

Diduga kuat, titik api bermula dari ulah oknum warga yang sengaja membakar semak belukar untuk membuka lahan tanah kapling, namun kemudian ditinggalkan tanpa pengawasan hingga api membesar dan meluas.

 

“Menyesalkan sekali. Warga juga pada khawatir semua. Mungkin ada yang membakar buat tanah kapling, cuma ditinggal atau lalai, jadi terbakar semua,” tambah Genal.

 

 

Harapkan Pemadaman Segera

 

 

Melihat dampak kerugian yang kian membesar, para warga dan peternak sangat berharap petugas pemadam kebakaran beserta pihak terkait dapat bergerak cepat untuk memadamkan sisa-sisa titik api secara menyeluruh.

 

“Kami mohon maaf dan sangat berharap apabila bisa dipadamkan secepatnya, silakan dipadamkan. Biar tidak ada lagi ayam yang mati dan warga bisa kembali tenang,” pungkasnya.