BERAU – Jajaran Polres Berau bersama tim gabungan menemukan dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi jenis Bio Solar dalam operasi pengawasan yang digelar di sejumlah SPBU di wilayah Tanjung Redeb, Teluk Bayur, dan Sambaliung, Senin (22/6/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas menemukan indikasi adanya konsumen yang menggunakan lebih dari satu barcode pengisian untuk mendapatkan BBM subsidi secara berulang-ulang melebihi kuota yang telah ditetapkan.
Kasat Reskrim Polres Berau AKP Muhammad Fajri mengatakan temuan tersebut diperoleh saat tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pengisian BBM subsidi di sejumlah SPBU.
“Benar, dalam operasi pengawasan di lapangan, tim gabungan menemukan adanya indikasi kuat kecurangan yang dilakukan oleh oknum konsumen saat melakukan pembelian BBM bersubsidi jenis Bio Solar,” kata Fajri.
Operasi pengawasan tersebut melibatkan personel Polres Berau, Sub Denpom TNI AD Berau, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, serta pihak Pertamina.
Menurut Fajri, modus yang ditemukan adalah penggunaan beberapa barcode pengisian oleh satu konsumen. Cara tersebut diduga digunakan untuk mengakali sistem agar dapat melakukan pengisian BBM subsidi berkali-kali di SPBU yang berbeda.
“Dalam pemeriksaan ditemukan adanya konsumen yang memiliki dan menggunakan beberapa barcode pengisian sekaligus. Dengan cara itu mereka diduga melakukan pengisian berulang atau yang biasa dikenal dengan istilah ngetap di beberapa SPBU,” ujarnya.
Ia menegaskan praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat karena mengurangi kuota BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok penerima yang berhak.
“Modus seperti ini sangat merugikan masyarakat luas karena menyedot jatah BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi yang berhak. Penggunaan barcode ganda atau lebih dari satu kartu ini menjadi perhatian serius kami untuk segera ditertibkan,” tegasnya.
Fajri menjelaskan pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus diperketat guna mencegah terjadinya penyalahgunaan yang dapat mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat.
Selain melakukan pengawasan lapangan, Polres Berau juga akan mengambil langkah lanjutan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperkuat sistem pengendalian distribusi BBM subsidi.
“Sebagai tindak lanjut dan respons cepat atas temuan ini, dalam waktu dekat kami akan melaksanakan rapat koordinasi khusus bersama seluruh pengelola SPBU, pihak Pertamina, dan instansi terkait lainnya,” katanya.
Menurutnya, rapat tersebut akan membahas penguatan mekanisme pengawasan, sistem verifikasi barcode, hingga penyusunan langkah penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran serupa di kemudian hari.
“Kami ingin menyamakan persepsi, memperketat sistem pengawasan internal dalam pencocokan barcode di SPBU, serta merumuskan sanksi tegas bagi siapa saja yang terbukti bermain-main dengan BBM bersubsidi,” ujarnya.

