SAMARINDA – Relawan kesehatan dari Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS), memastikan kesiapsiagaan penuh dalam mengawal aksi unjuk rasa yang akan digelar pada Selasa, 21 April 2026, dengan menurunkan puluhan personel medis dan armada ambulans di sejumlah titik strategis.
Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto yang akrab disapa Jokis, mengatakan tim relawan akan mulai bersiaga sejak pagi hari di kawasan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk pengamanan di DPRD Kaltim, kami menyiapkan tiga pos utama yang mulai standby pukul 08.00 Wita hingga selesai. Total ada 15 ambulans dengan 92 personel medis yang kami sebar di titik-titik strategis,” ujar Jokis, Senin (20/4/2026).
Selain itu, sejumlah rumah sakit rujukan juga telah disiapkan untuk mendukung penanganan lanjutan, di antaranya RSUD Abdul Wahab Sjahranie, RSUD Hermina Samarinda, dan Samarinda Medika Citra Hospital.
Tak hanya di DPRD, relawan juga akan bersiaga di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur mulai pukul 12.00 Wita. Di lokasi tersebut, EMT-ITS menyiapkan dua pos pengamanan medis.
“Untuk di Kantor Gubernur, kami siapkan enam ambulans dengan total 32 personel medis. Rumah sakit rujukan di antaranya RSUD AW Sjahranie dan RS Dirgahayu,” tambahnya.
Secara keseluruhan, EMT-ITS bersama jaringan relawan lainnya mengerahkan 20 unit ambulans dengan 125 personel medis. Selain itu, terdapat 13 ambulans tambahan yang disiagakan secara on call, serta sekitar 100 relawan perbantuan yang siap dikerahkan sewaktu-waktu.
Jokis menegaskan, kehadiran tim medis relawan bertujuan untuk memastikan keselamatan seluruh pihak selama aksi berlangsung. Ia juga mengimbau peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban.
“Kami berharap aksi berjalan aman dan kondusif. Tim kami siap memberikan pertolongan cepat jika dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda Hendri Umar mengapresiasi keterlibatan relawan dalam mendukung pengamanan aksi.
Menurutnya, sinergi antara aparat dan relawan menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap aman dan terkendali.
“Kami tentu mengapresiasi kesiapsiagaan rekan-rekan relawan, khususnya tim medis yang turut membantu pengamanan. Kehadiran mereka sangat penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai serta mematuhi aturan yang berlaku.
“Silakan menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan anarkis, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegasnya.

