BERAU – Kasus suspek campak di kabupaten Berau meningkat. Hingga pekan ke 12, total kasus suspek campak tercatat mencapai 58 kasus.
Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinas Kesehatan Berau, Adi, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus terjadi secara bertahap sejak awal tahun. Peningkatan paling signifikan tercatat pada pekan ke-10, dengan penambahan sebanyak 12 kasus suspek dalam satu minggu.
“Dari minggu pertama hingga minggu ke-12 tahun 2026, jumlah kasus suspek campak mencapai 58 kasus. Lonjakan tertinggi terjadi pada minggu ke-10 dengan 12 kasus,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan data sebelumnya per 13 Maret 2026, jumlah ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Pada laporan terakhir, tercatat sebanyak 42 kasus suspek campak. Artinya, hingga saat ini terjadi penambahan sebanyak 16 kasus baru.
Meski jumlah kasus terus bertambah, Adi menyebutkan bahwa hingga kini hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah dikirim masih belum diterima. Hal ini membuat status kasus yang ada masih tergolong suspek dan belum dapat dipastikan sebagai kasus campak terkonfirmasi.
“Untuk hasil pemeriksaan laboratorium, sampai saat ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” tambahnya.
Meski pemeriksaan lab membutuhkan waktu lama, ia menjelaskan bahwa penanganan cepat oleh tenaga kesehatan turut membantu proses pemulihan pasien. Karena kasus dapat segera ditemukan, dilaporkan, dan ditangani oleh tenaga kesehatan di fasilitas terdekatsehingga khasus suspek dapat tertangani dengan baik.
Pihak Dinkes juga terus melakukan pemantauan serta upaya penanganan guna mencegah penyebaran lebih luas, termasuk meningkatkan sosialisasi dan pengawasan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan adanya peningkatan kasus ini, peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala sangat diperlukan guna memutus rantai penularan. (fp*)

