Berau – Dinas Perikanan Kabupaten Berau memastikan tradisi tahunan Jukut Manutung atau bakar ikan akan kembali digelar pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Berau tahun 2026, setelah tahun sebelumnya sempat terkendala pelaksanaannya.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan daerah, sekaligus mendukung program nasional “Gemar Makan Ikan”.

“Kalau tidak ada halangan, kegiatan Jukut Manutung tetap dilaksanakan. Selain menyambut HUT Berau, ini juga bagian dari kampanye gemar makan ikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan kemungkinan besar akan digelar setelah tanggal puncak HUT Berau pada 15 September 2026, dengan mempertimbangkan waktu akhir pekan agar dapat menarik lebih banyak partisipasi masyarakat.

“Biasanya kita laksanakan setelah tanggal 15 September, kalau tidak Sabtu ya Minggu, supaya lebih ramai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abdul Majid menyebutkan bahwa penyusunan jadwal dan rangkaian kegiatan masih menunggu koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Pariwisata akan berperan dalam menyusun kalender kegiatan secara keseluruhan, termasuk memadukan event budaya dan pariwisata.

“Nanti akan ada rapat besar dan rapat-rapat kecil antar OPD. Pariwisata yang menyusun rundown keseluruhan acara HUT Berau,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, setiap OPD memiliki tanggung jawab masing-masing. Untuk kegiatan Jukut Manutung, Dinas Perikanan akan menjadi penanggung jawab utama, sementara event lain seperti pameran atau expo ditangani instansi berbeda.

Abdul Majid juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni bakar ikan, tetapi memiliki tujuan strategis, mulai dari meningkatkan konsumsi ikan hingga mendorong kunjungan wisatawan ke Berau.

“Pesannya jelas, mengajak masyarakat gemar makan ikan. Selain itu, event ini juga bisa menarik wisatawan datang ke Berau,” ungkapnya.

Terkait lokasi, kegiatan diperkirakan kembali dipusatkan di wilayah Tanjung Redeb, namun tidak menutup kemungkinan kecamatan lain ikut menggelar kegiatan serupa sesuai kesiapan masing-masing daerah.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Abdul Majid memastikan bahwa kegiatan Jukut Manutung masih masuk dalam prioritas dan tetap diakomodasi dalam anggaran daerah.

“Memang ada efisiensi anggaran, tapi kegiatan ini masih dipertahankan karena dinilai memberi dampak positif, termasuk terhadap sektor pariwisata dan ekonomi,” pungkasnya.

Dengan kepastian ini, Jukut Manutung diharapkan kembali menjadi magnet perayaan HUT Berau sekaligus memperkuat identitas budaya dan potensi wisata daerah. (fp*)